Arsip

Arsip Bulanan: Februari 2010

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al-Qur-an dan mengajarkannya (kepada orang lain).” (HR. Al-Bukhari)
Juz ‘Amma, yang merupakan juz ke 30 atau terakhir dari kitab suci kita al-Qur-an, merupakan bagian yang paling sering kita dengar dan paling sering kita baca.
Ketika kita pertama kali belajar membaca al-Qur-an di masa kecil, hal pertama yang kita pelajari adalah membaca dan menghafal surat-surat pendek yang terdapat di dalam Juz ‘Amma. Ditambah lagi kebanyakan para imam di masjid-masjid lebih sering membaca surat-surat pendek yang terdapat di dalam juz ‘Amma, daripada membaca surat-surat di dalam juz-juz lainnya, baik secara lengkap maupun berupa penggalan surat. Sehingga dengan demikian surat-surat tersebut terasa begitu akrab dan tidak asing lagi di telinga kita. Bahkan banyak di antara kita yang hafal surat-surat tersebut di luar kepala.
Juz ‘Amma merupakan juz dengan jumlah surat terbanyak. Di dalamnya terdapat 37 surat. Dimulai dengan surat an-Naba’ dan di-akhiri dengan surat an-Naas. Sebagian besar dari surat-surat tersebut, yaitu sebanyak 34 surat, merupakan surat Makkiyyah, yaitu surat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Sedang tiga surat selebihnya, yakni al-Bayyinah, az-Zalzalah dan an-Nashr merupakan surat Madaniyyah, yaitu surat yang turun setelah Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam  hijrah ke Madinah.
Ciri khas surat-surat Makkiyyah di antaranya adalah, ayatnya pendek-pendek, susunan kalimatnya sangat indah dan menyentuh,
bersastra tinggi dan penuh dengan argumen kuat tak terbantahkan yang meruntuhkan paradigma dan keyakinan kaum musyrikin. Seba-gian besar bahasannya mengingatkan manusia akan kekuasaan Allah Ta’ala di alam semesta, kehidupan akhirat, perjumpaan dengan Allah dan hari Pembalasan. Semua itu tertuang dalam ayat-ayat pendek, dengan bahasa yang begitu indah dan sangat menyentuh.
Di samping itu di dalam Juz ‘Amma terdapat banyak surat yang memiliki keutamaan. Di antaranya adalah surat al-Ikhlash, al-Falaq, an-Naas dan lam-lain. Tentang surat al-Ikhlas misalnya, Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam  bersabda:
“Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya, sesungguhnya
(surat al-Ikhlash) itu sebanding dengan sepertiga al-Qur’an.” (HR. Al-Bukhari)
Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan lain berkaitan dengan surat-surat dalam Juz ‘Amma.
Pertanyaannya adalah, pernahkah terpikirkan oleh kita untuk mencari tahu makna dan kandungan yang terdapat di dalam surat-surat yang tidak asing lagi di telinga kita tersebut? Di dalamnya terdapat banyak rahasia penting dan sangat berharga yang dapat kita raup darinya, lebih dari hanya sekedar kita baca atau kita dengar.
Inilah 3 buku terjemah tafsir juz Amma.

Shahih Tafsir Ibnu Katsir : Juz Amma
Judul asli: Al Misbaahul muniir fi tahdzib Tafsir Ibn Katsir
Penulis: Imam Ibnu Katsir
Tahdzib: Syaikh Shafiyurrhman al Mubarakfuri
Fisik: buku ukuran swedang, hardcover, 344 hal
Penerbit: Pustaka Ibnu katsir
Harga: Rp 72.500

Tafsir Juz ‘Amma
Judul asli; Tafsir Juz ‘Amma
Penulis; Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang, hardcover, 676 Hal
Penerbit: Pustaka At Tibyan
Harga: Rp 130.000

Tafsir Juz ‘Amma
Judul asli:
Tafsir karimirrahman : juz Amma
Penulis: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang, hardcover, 252 hal
Penerbit: Pustaka At Tibyan
Harga: Rp 55.000

Pemesanan : 0817 250 686

Inilah jilid terakhir, dari rangkaian 26 jilid lengkap serial terjemahan  dari kitab Tafsir Jamiul Bayan An Ta’wil Ayi Al Qur’an karya Imam Besar Ibnu Jarir Ath Thabari -rahimahullah- . Dilihat dari kitab tafsir yang telah ada, kitab ini dinilai paling istimewa, dimana ia dijuluki sebagai kitab terlengkap dan teragung yang menafsirkan Al Qur’an.
Imam Ath Thabari telah merasakan- sejak lembaran-lembaran awal tafsir beliau- bahwa ia sedang membuat karya yang lebih sempurna dari karya serupa yang pernah ditulis pendahulunya.Dalam hal ini Ia berkata,”Ketika saya mencoba menjelaskan tafsir Al Quran dan menerangkan makna-maknan yang Isnya Allah menjadi kitab yang mencakup semua hal yang perlu diketahui manusia melebihi kitab lain yang ada sebelumnya.Saya berusaha menyebutkan dalil-dalil yang disepakati seluruh ummat dan yang diperselisihkannya, menjelaskan alasan setiap madzab yang ada dan menerangkan alasan yang benar menurut saya dalam permaslahan yang terkait secara singkat.”[Tafsir Ath Thabari 1/51].
Diantara unsur-unsur yang penting adalah mempelajari setiap tema kajian terutama bertumpu pada pendapat-pendapat yang ada dikuatkan dengan sanad-sanad dari ayat ,hadits dan atsar pada setiap ayat Al Qur’an, sehingga buku ini mencakup seluruh pendapat yang ada, dalam muqodimah kitab ini beliau Imam At Thabari meminta kepada Alloh Azza wa Jalla agar menunjukinya pendapat yang benar dalam menafsir ayat Al Quran, mengenai ayat yang Muhkam, Mutasyabih, halal dan haram, umum dan khusus, global dan terperinci, nasikh dan mansukh, jelas dan samar, dan yang hanya menerima pentawilan atau penafsiran.
Imam Ath Thabari -rahimahullah- sangat bersungguh-sungguh dalam menjelaskan perkar tersebaut. hal ini nampak dari setiap bagian kitabnya, dimana Beliau meneliti dengan sangat sabar setiap hadits dan atsar yang menyangkut penafsiran ayat Al Quran tanpa pernah lalai menjelaskan asbabun nuzul-nya, hukum-hukum, qiroat, dan beberapa kalimat yang makna perlu dijelaskan lebih detil. Semua ini beliau lakukan dalam rangka memuwudkan kitab tafsir yang lebih sempurna. Tidak mengherankan jika tafsir ini cukup besar dengan cetakan yang berjilid-jilid.
Imam As Suyuthi -rahimahullah-  setelah mendalami perkembangan kitab-kitab tafsir dan tingkatan-tingkatan  para Ahli tafsir sejak disiplin ilmu ini ditulis maka beliau sampai pada kesimpulan beliau menjadikan tafsir Ath Thabari pada tingkatan tersendiri. Kemudian beliau berkata,”Jika anda bertanya, kitab tafsir mana yang bisa dijadikan rujukan?’, maka Saya Jawab,”yakni tafsir Ibnu Jarir Ath Thabari, dimana para Imam yang berkompeten bersepakat bahwa belum ada kitab tafsir yang menyerupainya.”[lihat: Al Liqan fi ulumil Qur'an, karya jalaluddin as Suyuthi].
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah -rahimahullah- mengatakan,” Adapun buku-buku tafsir yang beredar ditangan orang yang paling benar adalah karya Ibnu Jarir Ath Thabari dia menyebutkan perkataan-perkatan para salaf dengan sanad-sanad yang kuat, tidak ada bid’ah di dalamnya dan tidak meriwayatkan hadits dari orang-orang yang disanksikan seperti Mukatil Bin Sulaiman dan  Al Kalbi.” [ Lihat : Majmu Fatawa  Ibnu Taimiyah  2/227-228)
Bahkan tafsir Ibnu Katsir -imam Ibnu Katsir adalah salah satu murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah- telah meringkas Tafsir Ath Thabari dan menambahkan banyak manfaat yang berkaitan dengan hadits, fiqih, ushul, sejarah dan lainnya yang kemudian dikenal sebagai tafsir Ibnu Katsir.
Demikian juga dengan Imam Adz Dzahabi -rahimahullah- juga salah satu murid Ibnu Taimiyah- beliau berkata,"Inilah tafsir sang Imam dalam ayat-ayat yang berbicara tentang sifat-sifat Allah penuh dengan perkataan para Salaf yang menetapkannya bukan yang menafikannya dan menakwilkannya dan Dia tidak menyerupai makhluk selama-lamanya." [lihat :Siyar A'lam An Nubala 14/280]
Al Khatib Al Baghdadi -rahimahullah-menyebutkan dari Syaikh Abu Humaid  Al Isfarayini bahwa ia berkata,” kalo ada seorang laki-laki ke China untuk bisa mendapatkan Tafsir Ibnu jarir Ath Thabari, maka itu belum bisa dikatakan sebagai usaha yang berarti.”[lihat : Tarikh Al Bagdadi 2/163].
Dalam edisi ini telah ditahqiq oleh : Ahmad Abdullraziq Al Bakri, Muhammad Adil Muhammad ,Muhammad abdul Latief Kholaf, Mahmud Mursi Abdul hamid. Disesuaikan dengan manuskrip asli dan revisi serta penyempurnaan atsa naskah Syaikh Al Muhadits Ahmad Muhammad Syakir dan Syaikh Mahmud Muhammad Syakir -rahimakumullah-

Tafsir Ath Thabari [Jilid 22, 23, 24,25 & 26 Terakhir]
Judul asli: Jamiul bayan an ta’wil Ayi Al Qur’an
Penulis: Imam Abu Ja’far Muhammad bin Jarir Ath Thobari -rahimahullah-
Fisik: Buku ukuran sedang  15×23,5 cm, Hardcover
Penerbit: Pustaka Azzam
Harga jilid 22, Rp 191.000
Harga jilid 23, Rp 199.000
Harga jilid 24, Rp 191.000
Harga jilid 25, Rp 191.000
Harga jilid 26, Rp 199.000
Harga Jilid 1-26 lengkap, Rp 4.676.000,-
Pemesanan: 085 292 111 852

Syarah Shahih Muslim [jilid 3]
Judul Asli: Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj
Penulis: Imam Nawawi -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang 24,5x16cm, Hardcover, 895 hal
Penerbit: Darussunah
Harga: Rp 180.000/ jilid
Pemesanan: 085 292 111 852

Para ulama -rahimakumullah-  telah bersepakat bahwa kitab terbaik setelah Al Qur’an adalah Kitab Shahih Al Bukhori dan Shahih Muslim. Kedua kitab ini telah terbukti diterima dengan lapang dada dan tangan terbuka oleh muslimin, namun Kitab Shahih Al Bukhori dianggap lebih shahih serta lebih banyak mengandung faedah dan pengetahuan.Telah diriwayatkan dari jalur yang shahih bahwa Imam Muslim -rahimahullah- termasuk orang yang telah mengambil faedah  dari Imam Al Bukhori -rahimahullah- .Salah satu kelebihan Shahih Bukhori adalah  tentang prinsip Imam Bukhori dalam hal sanad hadits. Al Bukhori tidak dengan mudah menganggap sebuah sanad hadits berstatus muttashil hanya karena ada pengakuan perawi yang berkata sami’tu (artinya aku telah mendengar) dari seorang yang hidup sezaman.Al Bukhori baru memastikan sanad itu benar-benar muttashil setelah dia tahu bahwa kedua perawi itu pernah bertemu.
Sekalipun ditinjau dari  sisi kualitas Bukhori lebih unggul, namun bukan berarti kitab Shahih Muslim tertinggal dari aspek lainnya . Sebagian ulama Ahli Hadits mengatakan bahwa kitab Shahih Muslim  lebih baik jika dilihat dari segi sistematika penyusunan bab dan lebih mudah difahami sehingga membantu para penuntut ilmu dalam memahami ilmu agama ini.,
Dan termasuk di antara keutamaan Shahih Muslim adalah apa yang disampaikan oleh Makkiy bin Abdan -rahimahullah- , salah satu huffazh dari Naisabur, ia berkata, “Saya telah mendengar Muslim bin Al-Hajjaj berkata, “Seandainya para ahli hadits menulis selama dua ratus tahun, maka tulisannya itu akan berkisar pada musnad ini” yakni Shahih Muslim. la melanjutkan, “Dan saya telah mendengar Muslim mengatakan, “Suatu ketika saya memperlihatkan kitabku ini kepada Abu Zar’ah Ar-Razi, maka setiap : isyaratkan oleh beliau bahwa dalam hadits tersebut ada illat (cacat) segera saya tinggalkan, dan setiap hal yang beliau komentari bahwa  itu adalah shahih serta tidak memiliki Illat maka saya takhrij.” [lihat siyar alam nubala : 12/568).
Yang lainnya menyebutkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu  Bakar Al-Khathib Al-Baghdadi (lihat : tarikh al baghdad: 13/101),dengan isnadnya yang dari Muslim Rahimahullah, ia berkata, “Saya telah menyusun Shahih ini berupa 300.000 (tiga ratus ribu) hadits yang saya dapat dari mendengar (sima’).”
Begitu pula dengan kitab penjelasnya, yakni Syarah Shahih Muslim oleh Imam An Nawawi -rahimahullah- yang dinilai sebagai salah satu kitab syarah terbaik. Syarah ini banyak menjelaskan masalah aqidah, hukum, akhlaq, lughoh, nama perawi, usaha mengkompromikan hadits yang nampak bertentangan serta menunjukkan dalil-dalil yang dipakai oleh berbagai madzab.
Kitab Syarah shahih muslim ini disertai muqodimah yang membahas ilmu hadits dan sebagai kunci memahami kitab Shahih Muslim.
Inilah jilid ke 3 dari rangkaian kitab terjemahan dari Syarah Shahih Muslim karya Imam An Nawawi -rahimahullah-  membahasa tentang kitab Sholat, Kitab masjid dan tempat-tempat Sholat.

Terjemah Riyadhus Shalihin [edisi 2 jilid lengkap]
Judul asli: Riyadhus Shalihin
Penulis: Imam An Nawawi -rahimahullah-
Tahqiq: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang, 16 x 24 cm, hardcover, 812 hal dan 832 hal
Penerbit: Hikmah Ahlus Sunnah
Harga: jilid 1 Rp 130.000, jilid 2 Rp 135.000
Pemesanan: 085 292 111 852

Kitab Riyadhush Shalihin sudah tidak asing lagi bagi kaum muslimin. Kitab hampir dipakai di semua kalangan muslimin baik di bidang lingkungan pendidikan ataupun selainnya, atau dengan mudah kita bisa dapati kitab ini ada di masjid-masjid dan perpustakaan-perpustakaan kaum muslimin. Sedemikian besar kebutuhan umat terhadap kitab ini, dikarenakan pembahasan yang terkandung di dalamnya. Barakah yang terkandung dalam kitab yang disusun oleh Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi -rahimahullah- , yang lebih dikenal dengan Imam An-Nawawi, demikian nyata pada kaurn muslimin, sejak dahulu hingga sekarang. Alloh Tabarraka Wa Ta’ala  jadikan manfaat yang besar dan luas untuk kaum muslimin dengan kitab ini. Karena di dalamnya berisi bimbingan ilahi, berupa Al-Quran dan hadits Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam, yang akan menunjukkan dan menerangi jalan seorang hamba menuju ridha Allah n dan tuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak.
Pembahasan dalam kitab ini mencakup perkara-perkara yang mendasar, yang menjadi bekal seorang hamba untuk memperbaiki jiwa dan amalannya, berupa : perkara tauhid, tazkiyatun nafs (penyucian jiwa dari akhlak-akhlak tercela), zuhud, qana’ah, amar ma’ruf nahi mungkar, taubat, istiqamah, amanah, tanggung jawab, hak dan kewajiban seorang muslim, menjaga diri dari perbuatan dosa dan perkara yang lainnya. Terlebih lagi pada zaman sekarang, dimana kemerosotan akhlak kaum muslimin sudah mencapai tingkat yang sangat parah, bahkan pada mayoritas mereka. Sehingga saat ini sudah sangat sulit didapati orang-orang yang berakhlak mulia dan lebih mementingkan kehidupan akhirat mereka daripada dunianya. Menilik kondisi yang demikian, kita akan sadari l3ahwa kebutuhan kaum muslimin tentang pembahasan ini sangat besar dan urgen, yang dengannya diharapkan akan mengembalikan kejayaan kaum muslimin, sebagaimana yang telah dicapai pada zaman Rasulullah Sholallahu Alaihi Wassalam  dan Khulafa’ Rasyidun
Sebagian Muslimin ada yang berlebihan menggangap kitab Riyadhus Shalihin ini adalah buku pegangan setelah Al Quran. Ini suatu pendapat yang keliru, karena ada beberapa hadits dalam kitab Riyadhus Shalihin ini dinilai dhaif oleh ulama hadits. Oleh karena itu dalam edisi terjemahan Riyadhus Shalihin ini dilengkapi takhrij hadits yang menjelaskan penilaian kekuatan derajat hadits yang mengacu pada kitab- kitab hadits karya Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-

Ensiklopedi Fiqih Praktis [ 3 Jilid Lengkap]
Judul asli : al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah”
Penulis : Syaikh Husain bin ‘Audah al-’Awaisyah
Fisik : buku ukuran besar 21 x 29.5 cm, hardscover, 766 halaman
Penerbit : Pustaka Imam Syafii
Harga Rp 150.000/jilid
Pemesanan : 085 292 111 852

Menuntut ilmu adalah kebutuhan setiap muslim yang tak dapat ditinggalkan. Di samping merupakan perintah agama, nuntut ilmu juga dapat memberikan manfaat yang besar dan banyak bagi penuntutnya, baik di dunia maupun di akhirat. Di antara manfaatnya adalah, Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi dari yang lain.
Alloh Azza wa Jalla berfirman:
“… Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diheri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Lebih-lebih, bila yang dituntut adalah ilmu agama sehingga dia dapat memahami ajaran agamanya secara lebih mendalam, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan dan Alloh Azza wa Jalla  , sesuatu yang tidak dapat dicapai kecuali dengan cara itu, sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam berikut ini:
Dari Mu’awiyah -rodliallohu anhu-  , bahwa dia mendengar Rasulullah  bersabda:
“Barang siapa yang Allah kehendaki mendapatkan kebaikan maka Dia akan menjadikannya faqih/faham dalam urusan agamanya.” (HR. Al-Bukhari)
Hadits di atas mengisyaratkan makna bahwa di antara tolok ukur kebaikan seseorang adalah kefahamannya dalam hal agamanya. Semakin baik ilmu agama seseorang semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan kebaikan yang banyak dan Alloh Azza wa Jalla .
Sebaliknya, semakin sedikit ilmu agama yang dimiliki dan dikuasamya semakin kecil pula kemungkinan baginya untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya. Dengan kata lain, apabila seseorang menginginkan kebaikan yang banyak dari Alloh Azza wa Jalla, hendaknya ia memperdalam ilmu agamanya. Dan, salah satu caranya adalah dengan membaca dan menelaah karya-karya para ulama di sepanjang masa yang telah dibukukan dan diterbitkan dalam bentuk kitab-kitab.
Di antara kitab-kitab yang membahas ilmu agama secara mendalam berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah adalah kitab fiqih. Kitab fiqih ini memuat hukum-hukum praktis berkaitan dengan seluk beluk dan tatacara ibadah seorang Muslim terhadap Alloh Azza wa Jalla , juga hukum-hukum muamalah antara sesama mereka dalam kehidupan sehan-hari berdasarkan pada al-Qur-an dan Sunnah Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam Membacanya.
dan mendalami isinya akan melahirkan banyak manfaat dan kebaikan dunia dan akhirat.
Dalam rangka membantu ummat Islam untuk mendalami ajaran agamanya -khususnya berkaitan dengan ibadah praktis sehari-hari dan muamalah antar sesama mereka-inilah sebuah buku fiqih yang berjudul “Ensiklopedi Fiqih Praktis Menurut al-Qur-an dan as-Sunah”. Buku ini merupakan terjemahan dari kitab fiqih berbahasa arab yang berjudul “al-Mausuu’ah al-Fiqhiyyah al-Muyassarah fii Fiqhil Kitaab was-Sunnah al-Muthahharah” karya Syaikh Husain bin ‘Audah al-’Awaisyah, belia salah satu murid terbaik Syaikh Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-
DiBandingkan buku fiqih lainnya, buku ini memiliki kelebihan sebagai berikut:

  1. Buku ini merupakan buku fiqih yang ditulis dan disajikan secara cukup ringkas, tetapi isinya menyeluruh sehingga pantas disebut sebagai Ensiklopedi.
  2. Bobot isi buku ini tidak perlu diragukan lagi karena kesimpulan hukumnya hanya berlandaskan pada al-Qur-an dan as-Sunnah yang shahih serta pendapat para ulama-ulama Salaf yang representatif.
  3. Buku ini terbebas dari fanatisme madzhab karena penulisnya tidak condong kepada salah satu madzhab fiqih tertentu meskipun tetap menghargai pendapat-pendapat madzhab tersebut.
  4. Buku ini bisa menjadi pembanding buku “Fiqih Sunnah” karya Syaikh Sayyid Sabiq  yang telah beredar terlebih dahulu di pasaran, sehingga saling dapat melengkapi.
  5. Dalil-dalil berupa hadits dan atsar yang ada di dalam buku ini disandarkan pada takhrij Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani, seorang ulama pakar hadits abad ini.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.