Arsip

Arsip Bulanan: Mei 2010

Fiqih Sunnah Wanita
Judul asli: Fiqhus Sunnah Lin nisaa
Penulis: Abu malik Kamal bin as Sayiid Salim
Fisik: buku ukuran sedang p=24 cm, hardocver, 672hal
Penerbit: Griya Ilmu
Harga: Rp 110.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Poros kebahagiaan seorang hamba di dalam kehidupan dunia dan akhirat adalah mengetahui yang haq dari yang  bathil dan mengambil (mengutamakan) yang haq dan meninggalkan  yang bathil, keduanya dapat membuahkan ilmu yang bermanfaat, kemudian mengikutinya dengan amal shalih sebagai tuntutan dari ilmu tersebut.
Seseorang yang benar-benar memperhatikan keadaan kita sekarang ini, niscaya ia akan mendapati bahwa wanita muslimah merupakan objek sasaran dari musuh Islam, sehingga seorang wanita menjadi pribadi yang labil antara petunjuk Islam dan gemerlap media informasi. Bahkan banyak dari kalangan gadis yang tumbuh di dalam tipuannya dengan tidak melirik al-Quran sama sekali dan tidak mengetahui hukum Islam.
Sebagian besar dari mereka -kecuali yang diberikan rahmat oleh Allah- tidak mengetahui hukum bersuci yang merupakan syarat sahnya shalat, bahkan tidak mengetahui hukum sholat yang merupakan tiang dan rukun agama Islam . Demikianlah kenyataan di dalam hukum ibadah ataupun muamalah yang lainnya. Sebagian besar tertipu dengan urusan dunia.
Semua ini, ditambah lagi dengan tidak adanya kaum wanita yang dijadikan suri tauladan (panutan) dan lemahnya semangat dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar yang sesuai dengan aturan hukum Islam, serta banyaknya kerusakan juga segala macam kemaksiatan, Dan kenyataan di atas, maka kaum wanita lebih membutuhkan peringatan dan pembelajaran agama daripada kaum pria.
Wanita dan seputar  permasalahannya tidak akan pernah usang untuk dibicarakan, bahkan dari hari ke hari akan semakin kompleks dan krusial seiring dengan perkembangan jaman. dibutuhkan suatu solusi/pemecahan.
Isu gender dan feminisme telah menjebak kaum wanita dalam model hegemoni barat. Sebagian -karena kejahilannya- terpengaruh prilaku dan budaya yang jauh dari nilai-nilai Islam. hanya sekedar mengikuti trend, maka mereka rela melakukan apa saja walaupun menerjang larangan agama demi mengikuti hawa nafsu.
Lemahnya nilai-nilai keimanan, dangkalnya pemahaman keislaman membuat wanita muslimah mudah sekali terpengaruh ajaran yang jauh dari tuntunan Islam yang Shahih.
lalu bagaimana solusinya ?
Mendakwahi wanita !, inilah jawaban yang tepat. meskipun pelaksanannya tidak semudah membalik telapak tangan. Ibarat tulang rusuk yang bengkok, maka wanita -jika tidak diluruskan-akan semakin bengkok, namun jika dipaksakan maka akan patah. oleh karena itu butuh metode dakwah yang lembut dengan tetap diatas manhaj dan fiqih  dakwah yang benar dan shahih.
Diantara salah satu medan dakwah kepada wanita adalah menyebarkan ilmu melalui buku-buku. Terutama buku yang mudah difahami wanita dari kalangan awam dan buku yang sesuai dengan kebutuhan dasar mereka- terutama kebutuhan dasar-dasar fiqih untuk wanita-.
Inilah buku yang menyajikan fiqih khusus untuk wanita dalam edisi lengkap karya Abu malik Kamal As Sayid Salim, yang terdiri dari dua belas bab meliputi, Thaharah, sholat, jenazah, zakat, shodaqoh, puasa, haji dan umroh,sumpah, makanan, minuman, nadzar, pakaian wanita, perhiasan wanita, pernikahan, tahlaq, warisan dan lainnya.

Syarah Mumti’: Kajian Fikih Lengkap [Jilid 1]
Judul asli:
Asy-Syarah Al-Mumti’ Ala Zaad Al-Mustaqni’
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahulloh-
Fisik: Buku ukuran sedang 24.5x16cm, Hardcover, 551 hal
Penerbit: Darus Sunnah
Harga: Rp 110.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Pengamalan hukum-hukum syariat Islam terutama berkenaan dengan ibadah amaliah, umat Islam dituntut untuk memahami ilmu fikih, karena dalam ilmu ini segala bentuk ibadah amaliah dibahas secara rinci dengan disertai dalil-dalilnya.
Dalam fikih Islam dikenal ada empat madzhab atau yang lebih dikenal dengan istilah Al-Madzhab Al-Arba’ah, yaitu madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Masing-masing penamaan ini dinisbatkan kepada pelopornya, Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syaffi, dan Imam Ahmad.
Kitab Asy-Syarah Al-Mumti’ Ala Zaad Al-Mustaqni’ karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahulloh-  merupakan syarah dari kitab Zad Al-Mustaqni’ Fi Ikhtishar Al-Muqni’ karya Abu Naja Musa bin Ahmad bin Musa Al-Hijawi -rahimahulloh- . Kitab ini menjadi salah satu rujukan kitab fikih bermadzhab Hanbali yang sangat masyhur dan populer di kalangan umat Islam khususnya para penuntut ilmu, sehingga dijadikan salah satu rujukan utama dalam fikih mereka. Perlu diketahui pula oleh kaum muslimin, bahwa dalam madzhab-madzhab lainnya terdapat syarah-syarah rujukan pada madzhab mereka. Seperti madzhab Hanafi dengan kitab Al-Inshaf, madzhab Maliki dengan kitab Al-Mudawwanah Al-Kubra, dan madzhab Syafi’i dengan kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab. Dan kesemuanya itu dalam koridor Ahlussunnah wal Jama’ah.
Sesungguhnya kitab Zaad Al-Mustaqni’ fi Ikhtishar Al-Muqni’ karya Abu Naja Musa bin Ahmad bin Musa Al-Hijawi termasuk kitab yang ringkas dan sangat dalam maknanya. Beliau meringkasnya dari kitab Al-Muqni karya Imam Ibnu Qudamah -rahimahulloh-  dan beliau meringkasnya dalam satu pendapat yang dianggap
sebagai pendapat yang paling kuat menurut madzhab Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau (Abu Naja) tidak pernah keluar dari pendapat Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahulloh-  dan kemudian berpegang kepada pendapat masyhur dari kalangan para ulama kontemporer kecuali sangat sedikit sekali.
Para pemula penuntut ilmu sangat menyukainya, karena kitab tersebut berdasarkan madzhab Imam Ahmad bin Hanbal (Hanbali). Bahkan banyak sekali di antara para penuntut ilmu yang menghafalnya di luar kepala.
Syaikh Abdurrahman bin Nasir Sa’di -rahimahulloh-  sangat menganjurkan kepada kita untuk menghafalnya dan beliau mengajarkannya kepada murid-murid beliau, termasuk juga Syaikh Al Utsaimin -rahimahulloh-
Syaikh Al Utsaimin -rahimahulloh- mengajarkan kitab tersebut di masjid jami’ di Unaizah, Saudi. Beliau jelaskan kalimat dan maknanya dan menyebutkan pendapat yang kuat disertai dalil dan alasannya. Para penuntut ilmu sangat memperhatikannya bahkan mencatat dan merekamnya.
Maka dari itu, dalam rangka menambah cakrawala umat Islam khususnya dalam khasanah fikih, dicetak kitab ini dalam edisi terjemahan, Sehingga umat Islam akan semakin memahami betapa agungnya ilmu fikih sebagai dasar dalam pelaksanaan ibadah amaliah yang digali dari sumber utama hukum Islam, yakni Al-Qurxan dan As-Sunnah. Di samping itu untuk memberikan pemahaman betapa pentingnya sikap saling menghargai perbedaan pendapat dalam masalah ijtihadiyah, terlebih dalam masalah fiqhiyyah yang sarat dengan perbedaan pendapat selama masih dalam koridor Ilmiyyah Islamiyyah.
Insya Alloh, buku ini dapat menambah pengetahuan bagi para pencari ilmu, da’i, dan kaum muslimin pada umumnya, agar dalam menjalankan aktivitas ibadah selalu berpegang pada dalil yang memang mempunyai sandaran yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, serta menjauhkan dari praktek ibadah yang tidak bersandar pada dalil yang shahih.

Al Mughni [jilid 7]
Judul asli: Al Mughni
Penulis: Imam Ibnu Qudamah -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang (p= 23,5 cm), Hardcover
Penerbit: Pustaka Azzam
Harga: Rp  195.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Kitab Al Mughni dianggap sebagai salah satu kitab yang membahas tentang fiqih Islam secara umum dan terutama fiqh dalam madzab Hambali. imam Ibnu Qudamah telah menyusunnya dalam bentuk fiqh muqorrin (perbandingan antar madzab). Imam Ibnu Qudamah -rahimahullah- tidak hanya menjelaskan ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam kitab mukhtashor dan menerangkan maksud-maksud yang terkandung didalamnya, namun juga menganalisa semua point utama yang berkaitan dengan suatu masalah yang disebutkan didalamnya.
Beliau juga menyebutkan perbedaan riwayat yang berkembang di kalangan para pengikut madzab Hambali mengenai masalah tersebut. kemudian beliau juga memaparkan perbedaan riwayat yang terjadi diantara sejumlah imam yang berasal dari berbagai madzab. Bahkan, beliau juga menyebutkan pendapat madzab sejumlah ulama yang sudah tidak berkembang lagi karena tidak adanya pengikut yang berusaha untuk menyebarluaskan ,seperti madzab Hasan Al Basri , Atha’, Sufyan Ats Tsauri dan l;ainnya -rahimakumullah-.
Imam Ibnu Qudamah juga menyebutkan dalil-dalil yang digunakan oleh ulama lainnya yang mengungkap suatu pendapat dalam masalah tertentu kemudian dalil tersebut beliau jelaskan sisi kekuatan dan kelemahannya.
Tanpa diragukan lagi, Kitab Al Mughni ini merupakan kajian fiqih terbaik yang telah disusun dalam format Fiqih Perbandingan, ketika itu belum banyak  ulama yang menyusun kitab dengan metodologi semacam ini.
Oleh karena itu, para ulama yang berasal dari berbagai madzab pun memandang bahwa kitab ini dengan pandangan penuh penghargaan dan diaggap sebagai salahsatu referensi dalam bidang Fiqih Perbandingan, sehingga diharapkan dpat meningkatkan keilmuan pembacanya dari hanya sekedar taqlid ke madzab tertentu ke tingkat At tarjih Ah Shahih (menggangap kuat suatu pendapat dengan cara yang benar)..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.