Arsip

Tafsir As-Sa’dy [Juz 28-30]

Tafsir As-Sa’dy [Juz 28-30]
Judul asli : Taisir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannan ( juz 28-30)
Penulis : Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di -rahimahulloh-
Fisik : buku ukuran sedang, hardcover, 628 hal
Penerbit : Pustaka Afiyah
Harga: Rp 135.000,-
Pemesanan : 0817 250 686

Di antara karangan-karangan dalam bidang tafsir yang diakui dan dipuji oleh para ulama pada zaman sekarang ini, memperoleh ketenaran yang begitu luas dan ditakdirkan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala mendapatkan tempat yang cukup baik dalam hati kaum muslimin yaitu tafsir syaikh al-Allamah Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di yang meninggal pada tahun 1376 H, hal ini disebabkan karena keistimewaan bukunya tersebut dalam beberapa hal:
Pertama: Kesungguhan penulis dalam membuat tafsirannya ringkas hanya sebatas makna global, di mana mayoritas penafsir al-Qur’an itu tidak lepas membahas secara panjang lebar bahkan hingga menyimpang dari topik tafsirannya dari kitabullah, atau mereka membatasi diri membahas makna-makna bahasa atau fiqhiyah saja, maka beliau menghendaki dalam tafsirannya itu untuk membahas makna yang dimaksudkan oleh ayat sedangkan lafazhnya hanya sebagai jembatan baginya agar manusia dapat mengetahui makna firman Allah hingga mereka dapat mengambil petunjuk dari pengetahuan tentangnya, dan berakhlak dengan akhlaknya dan adab-adabnya dengan memakai metode yang paling mendekati. Kedua: Pilihan-pilihan syaikh yang dihasilkan oleh kecerdikan akalnya, kejernihan hatinya, kecepatan pikirannya terhadap perkataan-perkataan para salaf dari para sahabat ,para tabi’in dan para ulama umat yang disebutkan dalam tafsir, sehingga beliau seolah-olah mengumpulkan perkataan dan pendapat yang muncul dalam tafsir makna ayat kemudian beliau mengungkapkannya dengan gaya bahasa yang telah diketahui.
Ketiga: Tafsir beliau diistimewakan juga dengan kata-katanya yang sederhana dan penjelasannya yang mudah dimengerti, yang tidak dipaksa-paksakan dan tidak ruwet, juga tidak bertele-tele dan memanjang-manjangkan, yaitu dengan suatu gaya yang dapat di-pahami oleh orang yang berilmu maupun yang tidak.
Keempat: Penyusunan kalimat yang begitu rapi dan mengaitkan suatu kalimat dengan kalimat yang lain yang sesuai tanpa ada kesusahan dalam merangkai ungkapannya, dan inilah suatu hal yang paling menonjol dari tafsir beliau
Kelima: Buku ini mengandung banyak faedah ilmiah dan pendidikan yang disarikan dari kitabullah yang dijelaskan oleh penulis di sela-sela pembahasannya terhadap tafsir ayat, faedah-faedah itu sangatlah beragam baik dari segi tauhid, fikih, sirah, nasihat-nasihat, akhlak dan lain-lainnya.
Keenam: Inilah keistimewaan yang terpenting adalah terhindarnya buku tafsir ini dari takwil-takwil yang keliru, hawa nafsu, bid’ah, dan Israiliyat.- Pengarangnya bersandar dari teks-teks al-Qur’an dan as-Sunnah, dan beliau juga mengikuti riwayat-riwayat yang disebutkan dari as-Salaf ash-Shalih.
Syaikh al Utsaimin -rahimahulloh- berkata “sesungguhnya tafsir syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di  yang berjudul “Taisir al-Karim ar-Rahman Fi Tafsir Kalam al-Mannan”, adalah sebaik-baik tafsir, karena memiliki keistimewaan yang banyak; di antaranya adalah gaya bahasa yang sederhana dan jelas yang dapat langsung dimengerti oleh orang yang berilmu maupun yang bodoh. Keistimewaan lainnya adalah menghindari kalimat-kalimat sisipan dan bertele-tele yang tidak ada manfaatnya kecuali hanya akan membuang-buang waktu pembaca dan membingungkan pikirannya. Yang lainnya adalah menghindari penyebutan perselisihan pendapat kecuali perselisihan vang mendasar yang harus disebutkan, dan yang terakhir ini adalah keistimewaan yang paling penting bagi pembaca budiman hingga pemahamannya hanya terfokus pada satu hal saja. Keistimewaan lain adalah berjalan di atas manhaj salaf pada ayat-ayat sifat yang tidak ada penyimpangan dan tidak ada takwil yang bertentangan dengan maksud Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  dalam firmanNya, dan itulah patokan dalam pengukuhan akidah.
Keistimewaan lain adalah keterincian pengambilan kesimpulan yang ditunjukkan oleh ayat-ayat berupa faedah, hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya, hal ini sangatlah nampak jelas dalam beberapa ayat, seperti ayat wudhu dalam surat al-Maidah, di mana ia me-ngambil kesimpulan darinya sebanyak lima puluh hikmah, sebagai-mana juga dalam kisah Daud dan Sulaiman dalam surat Shad.
Untuk itu saya ( Al Utsaimin -rahimahulloh- )  memberi saran kepada orang-orang yang hendak memiliki buku tafsir agar tidak ketinggalan untuk mengoleksi perpustakaannya dengan buku tafsir yang indah ini.”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 26 pengikut lainnya.