Arsip

Arsip Tag: Pustaka As Sunnah

Shahih Sirah Nabawiyyah
Judul asli: As Sirah An nabawiyah Ash Shahihah, Muhawalah li tahtbiq Qawaid AL Muhadditsun fi naqdi Riwayat As Sirah An nabawiyah
Penulis: Syaikh Dr. Akram Dhiya’ Al Umuri
Fisik: Buku ukuran sedang 14.5x23cm, hardcover, 800 hal
Penerbit: Pustaka As Sunnah
Harga: Rp 137.500
Pemesanan: 0817 250 686

Sirah Nabawiyyah adalah rekaman nyata tentang perjalanan hidup sayyidul basyar (penghulu manusia), Rasul Rabbul ‘ibaad (utusan Allah), yaitu Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-  yang telah dipilih Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  sebagai pengemban risalah ilahiah terakhir, yang kekal untuk selama-lamanya. Tujuannya tidak lain untuk memberikan kunci-kunci kebahagiaan kepada ummat manusia dan menempatkan mereka pada derajat yang tinggi. Siapa saja yang mengikuti beliau dengan sungguh-sungguh dan teguh berarti dia termasuk orang yang disebutkan Allah di dalam firman-Nya:
“Kamu adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah ….” (QS. Ali ‘Imran: 110)
Termasuk pula ciri-ciri orang yang disebutkan Allah dalam firman-Nya:
“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (ummat Islam) umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu ….” (QS. Al-Baqarah: 143)
Oleh karena itu, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  menjadikan Muhammad bin’Abdullah -Sholallahu Alaihi Wassalam-  sebagai contoh dan uswah (teladan), sebagaimana firman-Nya:
‘Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari Kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzaab: 21)
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  pun menjadikan barometer takwa dengan mengikuti Rasulullah ,sesuai dengan firman-Nya:
“Katakanlah: ‘jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu ….’” (QS: All ‘Imran: 31)
Seorang hamba tidak akan bisa mengikuti dan meneladani Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam dengan sempurna, kecuali dengan mengetahui perjalanan hidup khairul bariyyah (makhluk terbaik) dan sayyidul basyariyyah (penghulu ummat manusia), Muhammad. yaitu dengan mempelajari dan menelitinya secara akurat, dengan harapan dapat menyaring riwayat-riwayat shahih yang maqbul (diterima) dari sirah Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam  tersebut.
Inilah buku yang berupaya menjelaskan siroh perjalanan hidup Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, sebuah kitab siroh yang hnya mengambil dari sumber-sember shahih terpercaya semata. Ditulis oleh seorang ahli bidang sejarah Islam, dan dosen di pasca sarjana Universitas Islam Madinah.

Sirah Shahabat
Judul asli: Shuwat min hayati Ash Shahabah ( khamsah wa Sittin Syahshiyyah)
Penulis: Syaikh Dr. Abdurrahman Raf’at Al Basya
Fisik: buku ukuran sedang 16x25cm, hardcover, 560 hal
Penerbit: Pustaka As Sunnah
Harga: Rp 125.000
Pemesanan: 0817 250 686

Orang-orang yang menyakiti para sahabat berarti mereka telah menyakiti Rosululloh  sedangkan siapa saja yang menyakiti Rosululloh berarti telah menyakiti Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  dan siapa pun yang menyakiti Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  maka dia adalah orang yang di-laknat dan tercela. Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam  bersabda:
“Jangan kalian mencela sahabatku, seandainya salah seorang di antara kalian menginfaqkan emas sebesar Gunung Uhud maka tidaklah menyamai i mud mereka atau setengahnya. ” (HR. Bukhori: 3470 dan Muslim: 2540)
Dan Rosululloh  juga bersabda:
“Barang siapa mencela sahabatku, atasnya laknat Alloh, para malaikat dan manusia seluruhnya.” (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Kabir 12/142, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Ahadits ash-Shohihah: 2340)
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menun-jukkan kemuliaan para sahabat  -Rodliallahu Anhum-  dan haramnya mencela apalagi mencaci para sahabat Rosululloh . Bahkan kewajiban kita adalah memuliakan mereka karena mereka telah memuliakan Alloh dan Rosul-Nya. Inilah manhaj (metode) yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa saja yang menyimpang dari metode ini berarti mereka adalah orang-orang yang tersesat dari jalan yang Haq.
Berkata al-Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahulloh- : “Termasuk hujjah yang jelas adalah menyebut kebaikan-kebaikan para sahabat Rosululloh seluruhnya, dan menahan lisan dari membicarakan keburukan mereka dan perselisihan yang terjadi di antara mereka, siapa saja yang mencela para sahabat Rosululloh atau salah satu di antara mereka, mencacat dan mencela mereka, membongkar aib mereka atau salah satu dari mereka maka dia adalah mubtadi’ (ahli bid’ah), rofidhi (orang rofidhoh/syi’ah) yang busuk yang tersesat. Mencintai para sahabat  adalah sunnah, mendo’akan kebaikan untuk mereka adalah amalan ketaatan, meneladani mereka adalah perantara (ridho-Nya), mengikuti jejak mereka adalah kemuliaan. Para sahabat Rosululloh adalah manusia terbaik, tidak dibenarkan bagi seorang pun menyebut-nyebut kejelekan mereka, tidak pula mencacat atau mencela dan membicarakan aib salah satu di antara mereka.”

Inilah buku yang menceritakan siroh sebagian dari Sahabat Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, mudah-mudah Alloah memberikan kita jalan kemudahan dan semangat untuk mengikuti mereka dalam ilmu dan amal mereka rodliallahu anhum.

Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al  Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. Penulisnya, Imam al-Bukhari -rahimahulloh- , hanya mencantumkan hadits-hadits shahih di dalamnya dengan syarat-syarat periwayatan (yang begitu ketat. Bahkan, untuk memantapkan pilihannya beliau tidak segan-segan untuk shalat Istikharah dua rakaat setiap akan mencantumkan haditsnya di kitabnya itu sebagai bukti keseriusan dan pertanggungjawaban beliau di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala . Maka sangatlah wajar apabila kitab ini dinobatkan sebagai kitab yang kandungannya paling otentik setelah kitab suci al-Quran. Dan, pantaslah kiranya setiap usaha untuk melemahkan kitab ini selalu terbantahkan.

Ribuan hadits terkandung di dalamnya. Beberapa di antaranya sangat sulit bagi orang awam untuk memahami maknanya, lebih-lebih menyelaminya. Padahal, dari awal sampai akhir, kitab ini menyuguhkan banyak sekali pelajaran dan faedah yang sangat berguna bagi kehidupan seorang Muslim dan umat manusia secara keseluruhan. Tidak hanya dalam masalah’aqidah dan ibadah, juga ke masalah etika/adab, sosial, politik, , dan lain sebagainya.Tentunya dalam koridor Sunnah Nabawiyyah
Demikian pula dengan Kitab Shahih Muslim  adalah salah satu dari kitab yang paling sahih setelah al-Qur’an, selain Shahih Al Bukhari.
Imam Muslim -rahimahullah-  sangat teliti dalam mempelajari para rawi, menyeleksi yang diriwayatkan, dan membandingkan antara riwayat yang satu dengan lainnya, meneliti susunan lafaznya dan memberikan petunjuk bila terdapat perbedaan pada lafaz-lafaz itu. Dari usaha ini menghasilkan kitab sahih yang menjadi rujukan bagi para peneliti dan para ulama.
Imam Muslim -rahimahullah-  menyaring hadis yang dimasukkan dalam kitabnya itu dari ribuan hadis yang telah didengarnya. Dia pernah berkata: ‘Aku menyusun kitab sahih ini hasil dari 300.000 hadis.”
Kitab sahih ini adalah hasil dari kehidupan yang penuh berkah, yang ditulis di mana saja ia berada, baik dalam waktu sempit maupun lapang. Dia mengumpulkan, menghafal, menyaring dan menulis sehingga menjadi sebuah kitab sahih yang sangat baik dan teratur. Dia dan beberapa muridnya menyelesaikan penyusunan kitab sahih itu dalam waktu lima belas tahun. Ahmad bin Salamah -rahimahullah-  mengatakan: “Aku menulis bersama Muslim untuk menyusun kitab sahih itu selama lima belas tahun. Kitab itu berisi 12 000 hadis.
Kita tidak perlu heran bila Imam Muslim  -rahimahullah-  sangat bangga dengan kitab sahihnya itu. Dia pernah berkata sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat Allah yang diterimanya, “Apabila penduduk bumi ini menulis hadis ini selama 200 tahun, maka mereka hanya berputar sekitar kitab ini saja.”
Sebagian ulama Ahli Hadits mengatakan bahwa kitab Shahih Muslim  lebih baik jika dilihat dari segi sistematika penyusunan bab dan lebih mudah difahami sehingga membantu para penuntut ilmu dalam memahami ilmu agama ini.,
Dan termasuk di antara keutamaan Shahih Muslim adalah apa yang disampaikan oleh Makkiy bin Abdan -rahimahullah- , salah satu huffazh dari Naisabur, ia berkata, “Saya telah mendengar Muslim bin Al-Hajjaj berkata, “Seandainya para ahli hadits menulis selama dua ratus tahun, maka tulisannya itu akan berkisar pada musnad ini” yakni Shahih Muslim. la melanjutkan, “Dan saya telah mendengar Muslim mengatakan, “Suatu ketika saya memperlihatkan kitabku ini kepada Abu Zar’ah Ar-Razi, maka setiap : isyaratkan oleh beliau bahwa dalam hadits tersebut ada illat (cacat) segera saya tinggalkan, dan setiap hal yang beliau komentari bahwa  itu adalah shahih serta tidak memiliki Illat maka saya takhrij.” [lihat siyar alam nubala : 12/568).
yang lainnya menyebutkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu  Bakar Al-Khathib Al-Baghdadi (lihat : tarikh al baghdad: 13/101),dengan isnadnya yang dari Muslim Rahimahullah, ia berkata, "Saya telah menyusun Shahih ini berupa 300.000 (tiga ratus ribu) hadits yang saya dapat dari mendengar (sima')."

Inilah terjemah dari kedua kitab induk hadits edisi lengkap [ bukan ringkasan], yang ditahqiq oleh Syaikh Muhammad Fuad Abdul Baqi -rahimahulloh- .

 Shahih Bukhari [ jilid 1]
Judul asli : Shahih Al Bukhari
Penulis : Imam Muhammad bin Ismail Al Bukhari -rahimahulloh-
Fisik : Buku ukuran sedang 16×25 cm, hardcover, 1040 hal
Penerbit : Pustaka As Sunnah
Harga Rp  195.000


Shahih Muslim [ jilid 1]
Judul asli ; Shahih Muslim
Penulis : Abu Al Husein Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi -rahimahulloh-
Fisik : Buku ukuran sedang 16×25 cm, hardcover, 880 hal
Penerbit : Pustaka As Sunnah
Harga Rp  160.000

Pemesanan : 0817 250 686

Ensiklopedi Fatwa Syaikh Utsaimin [2 jilid Lengkap]
Judul asli: Al Fatawa Al Muhimmah
Dikompilasi oleh: Shalah Mahmud as Sa’id
Fisik: buku ukuran sedang 16x25cm, Hardcover, jilid 1=896 hal , jilid2=640 hal
Penerbit: Pustaka As Sunnah
Harga jilid 1: Rp 159.500, Jilid 2: Rp 120.000
Pemesanan: 0817 250 686

Inilah terjemah dari kumpulan fatwa yang berharga [fatawa muhimmah] dari asy-Syaikh Muhammad Ibnu al-’Utsaimin -rahimahulloh- . berisi fatwa-fatwa ilmiyyah yang sangat dibutuhkan muslimin dalam memahami ajaran agamanya
Kumpulan fatwa ini meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Fatwa fadhilatush asy-Syaikh -rahimahulloh- ini dari sela-sela berbagai kitab, risalah, majalah, dan sebagian kaset-kaset ceramah beliau.
  2. Diurutkan  berdasarkan bab-bab fikih
  3. Diletakkan judul tema yang sesuai bagi fatwa-fatwa tersebut untuk memudahkan pembaca
  4. Dicatumkan takhrij  ayat-ayat al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-
  5. Dicantumkan  pula sumber dari fatwa tersebut.
  6. Dilengkapi dengan  biografi asy-Syaikh di awal kitab.
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.