Arsip

Monthly Archives: April 2010

Fathul Majid: Penjelasan Lengkap Kitab Tauhid
Penulis: Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alusyaikh -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang, hardcover, 1280 hal
Penerbit: Pustaka Sahifa
Harga: Rp 189.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Tauhid menjadi perkara yang paling agung dalam agama ini karena tauhid merupakan tujuan penciptaan jin dan manusia. Hal ini sebagaimana yang Alloh Azza wa Jalla  firmankan:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)
Tauhid merupakan tujuan da’wah seluruh Nabi dan Rasul yang Allah Azza Wa Jalla utus. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman,”Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut (sesembahan-sesembahan selain Allah) itu’.” (An-Nahl : 36)
Dengan tauhid yang sempurna seseorang akan meraih kebahagiaan hidup di dunia dengan selamat dari berbagai macam kesesatan, dan akan meraih kebahagiaan di akhirat dengan rasa aman dari berbagai ketakutan dan adzab neraka. Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman,”Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka . itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (Al-An’am -.82)
Dengan tauhid suatu kaum akan diberi kekuasaan, dikokohkan agamanya, dan dikaruniai kehidupan yang aman di muka bumi ini. Allah berfirman:
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.” (An-Nur: 55)
Itulah di antara keutamaan tauhid, yang mana tidak akan mungkin seseorang bisa kokoh di atas tauhid kecuali dengan  mempelajarinya, juga memahami secara rinci bentuk-bentuk kesyirikan, baik berupa jimat-jimat, perdukunan, sihir, klenik dan yang lainnya, kemudian menjauhkan diri dari perkara-perkara tersebut sejauh-jauhnya.
Inilah terjemah dari kitab Fathul majid Syarah Kitab At Tauhid edisi lengkap, Buku ini adalah sebuah buku induk pembahasan tentang tauhid, yang memuat enam unsur penting:

  1. Matan lengkap Kitab at-Tauhid Alladzi Huwa Haqqullah Ala al-Abid, karya Imam al-Mujaddid, Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi -rahimahullah- , Syaikhul Islam di zamannya, yang dilengkapi dengan harakat.
  2. Fath al-Majid Syarh Kitab at-Tauhid, karya asy-Syaikh al-Allamah Abdurrahman bin Hasan Alu asy-Syaikh -rahimahullah-
  3. Diberikan ta’liq dan hasyiyah (komentar dan tambahan penjelasan) oleh Syaikh Hamid al-Faqi, di mana sebagian besar dari ta’liq beliau tersebut, beliau ambil dari Qurrah Uyun al-Muwahhidin, karya penulis Fath al-Majid sendiri, yaitu Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdul Wahab -rahimahullah-
  4. Ta’liq ini kemudian dimuraja’ah (dikaji ulang) oleh Imam al-Allamah Ibnu Baz -rahimahullah- , dan terhadap sejumlah masalah penting, beliau memberikan koreksi dan komentar yang sangat urgen.
  5. Hadits-hadits dalam Kitab Tauhid di-takhrij dengan berpegang pada banyak sumber
  6. Buku ini dilengkapi dengan risalah Takhrij Ahadits Muntaqadah Fi Kitab at-Tauhid, karya Syaikh Furaih bin Shalih al-Bahlal, yang merupakan takhrij pembelaan atas sejumlah hadits-hadits yang dipermasalahkan oleh sebagian kalangan dalam Kitab At Tauhid
  7. Buku ini di lengkapi pula dengan Daftar Istilah flmiah, lengkap dengan makna dan definisinya.
  8. Dan Biografi Singkat Imam Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahullah-
Iklan

Ad Daa’ wa Ad Dawwa’: Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Hati yang Membahayakan dan Reset Obat yang Mujarab
Judul asli: Ad Daa wa Ad Dawaa’ / al-Jawaabul Kaafi
Penulis: Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah -rahimahullah-
Tahqiq: Syaikh Ali Hasan bin Ali Al halabi Al Atsari
Fisik: buku ukuran sedang 17x24cm, hardcover, 555 hal
Penerbit: Pustaka Imam Syafii
Harga: Rp 120.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Inilah Buku ini berisi tentang terapi terhadap berbagai macam penyakit hati, termasuk di antaranya adalah kebodohan. bahayanya di dunia dan akhirat dan terapi atau obat mujarabnya berdasarkan al-Qur-an dan as-Sunnah. Di samping itu, buku ini penuh dengan nasihat, petuah, peringatan, pelajaran, hikmah, dan ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan oleh siapa saja yang menginginkan keselamatan, kesehatan, keberhasilan, dan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Buku ini tidak ditulis secara sistematis dan fokus pada satu tema tertentu karena berlatar belakang fatwa atas beberapa pertanyaan yang diajukan kepada penulisnya yaitu Imam Ibnul Qoyyim Al Jauziyah -rahimahullah-
Sebagai muqaddimah, di awal pembahasan dijelaskan tentang pentingnya do ‘a dan kaitannya dangan takdir. Lalu dilanjutkan dengan macam-macam maksiat dan dosa serta dampak negatifnya terhadap pelakunya.
Pada pembahasan berikutnya penulis berbicara tentang hukuman Alloh Tabarraka Wa Ta’ala  terhadap pelaku dosa dan jenis-jenis hukumannya, lalu disusul dengan syirik dan macam-macamnya.
Di dalam buku ini juga dibahas tentang dosa besar, seperti membunuh, berzina, berbuat zhalim, dan lain-lain serta dampak negatif perbuatan tersebut terhadap pelakunya.
Bahkan, dibahas juga mengenai cinta dan tingkatan-tingkatannya; hingga masalah kasmaran (mabuk asmara, mabuk cinta), penyelewengan seksual beserta hukumannya, dan lain-lain.
Demikianlah, begitu banyak permasalahan yang disebutkan Ibnul Qayyim secara panjang lebar. Beliau memaparkan berbagai hal, baik yang halus (tersirat) maupun yang tampak (tersurat) dari hakikat ilmu, disertai dengan penjelasan tentang pengawasan dan pengoreksian ulang terhadap jiwa. Semua pembahasan ini membuat penuntut ilmu sangat membutuhkan kitab ini.
Kitab aslinya berjudul al-Jawaabul Kaafi li Man Sa-ala ‘anid Dawaa’isy Syaaft atau ada yang menyebutkannya dengan judul : ad-Daa’ wad Dawaa’, Selaku penulis, Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- sendiri tidak pernah memberi judul karya ini dengan salah satu dari kedua judul tersebut, sebagaimana dijelaskan di dalam muqaddimah beliau. Kedua judul tersebut diberikan untuk sebuah karya yang sama, yaitu yang ditulis oleh Ibnul Qayyim, sebagai jawaban terhadap soal yang diajukan kepada beliau. Korelasi makna antara kedua judul tersebut dengan isi kitab ini tampak jelas meskipun judul ad-Daa3 wad Dawaa’ lebih dikenal. Sebab, judul tersebut dikuatkan oleh para penyusun biografi beliau -rahimahullah- , seperti al-Hafizh Rajab Al hambali -rahimahullah-  dalam Dzail Thahaqaatil Hanaabilah (11/450), Ibnul ‘Ammad -rahimahullah- dalam asy-Syadzaraat (VI/169), serta asy-Syaukani -rahimahullah- dalam Al Badruth  Thaali’ (11/144).

Ensiklopedi Penghujatan Terhadap Sunnah [Edisi Revisi]
Penulis: Zaenal Abidin Syamsudin Lc
Fisik: buku ukuran sedang ( 16x24cm), 592 hal
Penerbit: Pustaka Imam Abu Hanifah
Harga: Rp 100.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Dalam rangka menegakkan jihad akbar tersebut, inilah sebuah buku berjudul “Ensiklopedi PenghujatanTerhadap Sunnah.”Secara umum buku ini mengupas secara lugas dan tuntas tentang kedudukan dan kehormatan Sunnah dalam Islam, penjelasan tentang benih penolakan syariat yang ditebar oleh musuh Islam lewat pengibaran bendera Inkar Sunnah dan gerakan zindiq yang merusak ajaran Islam dan citra kaum muslimin.

Bahasan buku ini terbagi menjadi empat bab yang antara lain:
Bab 1 :Kesempurnaan Sunah Sebagai Ajaran Islam
– Kesempurnaan Sunnah sebagai Hujjah dan kedudukan Sunnah dalam agama
– Gerakan penghimpunan Sunnah dan sikap para pemimpin ulama Islam terhadap pengumpulan Sunnah
– Peran ulama dalam meneliti Sanad dan matan Hadits
– kaidah dalam memahami Sunnah
Bab 2 : Perintah Tegar diatas Sunnah dan Larangan Berbuat Bidah dalam agama
– Sunnah menurut arti, bahasa, istilah, urgensi Sunnah dalam kehidupan Salaf
– definisi bidah, dan macamnya
– Definisi Ahlu Bidah dan karakternya serta akar firqah dan gen bidah.
– Penjelasan tentang Gen firqah dan Akar bid’ah
Bab 3 :  Akar Historis Embrio IngkarSunnah dan pokok ajarannya.
– Akar historis Ingkar Sunnah, tokoh, pokok pemikirannya
– gerakan penolakan Sunnah gaya baru
– Mu’tazilah embrio IngkarSunnah dan pokok-pokok Pemikirannya
– Lembaga pemikiran Reformis dan rasionalis modern adalah Pionir IngkarSunnah
Bab 4 : Aliran Inkar Sunnah dan gerakan Anti Islam di Indonesia
– Menggugat Aliran Ingkar Sunnah dan gerakan Zindiq Anti Islam
– Bahaya menolak Sunnah
– Penolakan hadits ahad fenomna ingkar Sunnah paling populer di Indonesia
– Sejarah perkembangan aliran dan paham ingkarSunnah di Indonesia.
– Gerakan kaum Zindiq dan aliran sesat Islam di Indonesia.
– Langkap tepat membentengi ummat dari bahaya aliran ingkar Sunnah dan gerakan Zindiq Anti Islam.

Tafsir Adhwa’ul Bayan [ Jilid 6]: Tafsir Al Quran dengan Al Quran
Judul asli: Adwa’u Al Bayan fi Idhah Al Qur’an bi Al Qur’an
Penulis: Al Allamah Asy Syaikh Al  Mufasir Muhammad Amin Asy Syanqithi -rahimahullah-
Fisik: Buku ukuran sedang (p=23,5 cm), Hardcover,
Penerbit: Pustaka Azzam

Pemesanan: 0817 250 686

Inilah jilid ke-enam dari rangkaian Kitab terjemah tafsir Adwaul Bayan, sebuah kitab tafsir yang ditulis oleh Al Allamah Al Mufasir Syaikh Muhammad Amin Asy Syanqithi -rahimahullah-  salah satu ulama ahli tafsir abad ini dan guru dari sekian  banyak ulama Ahlus Sunnah zaman ini, Guru dari ; Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz -rahimahullah- Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahullah- , Syaikh Shalih bin Fauzan Al fauzan, dan banyak ulama lainnya yang mengambil manfaat ilmu dari beliau -rahimahullah- .
Kelebihan kitab tafsir ini diantaranya :
1. Menjelaskan makna ayat Al Qur’an dengan ayat Al Qur’an (Qur’an bil Qur’an). al ini sesuai dengan kesepakan para ulama yang menyebutkan bahwa tafsir yang paling mulia dan utama adalah menafsirkan ayat-ayat Kitabulloh dengan menggunakan (ayat0ayat lainnya) Kitabulloh. Sebab, tidak ada seorangpun yang lebih tahu makna Kalamulloh kecuali kecuali Alloh Azza wa Jalla sendiri. Dalam kitab ini penulis berkomitmen untuk menjelaskan Al Qur’an kecuali dengan menggunakan qiroah sab’ah (7 cara membaca Al Qur’an).
2. Menjelaskan hukum-hukum yang terkandung dalam semua ayat yang dijelaskan dalam kitab ini yang disandarkan kepada dalil-dalil shahih dari Sunnah Nabwiyyah dan pendapat para ulama , kemudian dipilihkan  pendapat yang terkuat tersebut tanpa rasa  fanatik madzab.
3. Dilengkapi  penjelasan tambahan. seperti contohnya pembahasan tentang beberapa masalah kebahasaan (Lughoh) dan hal-hal yang dibutuhkannya seperti sharaf (pembahasan tentang perubahan suatu kata) dan I’raab ( pembahasan tentang kedudukan kata dalam suatu kalimat), penyebutan syair-syair arab sebagai penguat serta analisis terhadap masalah-maslah yang dibutuhkan dalam menafsirkan sebuah ayat seperti masalah ushuliyah (yang pokok) dan Kalam (akidah) yang dilandasi sanad-sanad hadits.

Buku Induk Akidah Islam
Judul asli: Syarah Aqidah Al Washithiyyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang (p=24cm), hardcover, 930 hal
Penerbit: Pustaka Sahifa [cetakan dan cover baru]
Harga: Rp 130.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Aqidah yang selamat adalah salah satu syarat diterimanya amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan seesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. An Nahl: 97).
Kebalikan dari hal itu, aqidah yang rusak dapat menggugurkan (pahala) semua amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “]ika engkau mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentu-lah engkau termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Az Zumar: 65).
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Al An’am: 88).
Aqidah yang rusak oleh kesyirikan menghalangi seseorang mendapatkan surga serta ampunan. Bahkan, mengantarkan seseorang kepada azab yang kekal di dalam Neraka.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. An Nisaa’: 48).
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya adalah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Qs. Al Maidah: 72).
Aqidah yang rusak juga menghalalkan darah pemiliknya untuk ditumpahkan serta menjadikan harta yang dimilikinya halal untuk diambil. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Qs. Al Anfaal: 39).
“Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian” (Qs. At-Taubah: 5).
Selanjutnya, aqidah yang selamat memberi pengaruh yang baik terhadap hati dan tingkah laku dalam bermasyarakat serta peradaban.
Pada zaman Nabi  ada dua kelompok yang membangun masjid. Satu kelompok membangun masjidnya dengan niat yang benar dan berada di atas aqidah yang murni kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala . Adapun kelompok yang satunya membangun masjidnya untuk tujuan yang tidak baik serta di atas aqidah yang rusak. Maka Allah  memerintah Nabi-Nya untuk shalat di masjid yang dibangun di atas asas ketakwaan, dan Allah melarangnya untuk shalat di masjid yang dibangun di atas asas kekafiran serta untuk tujuan-tujuan yang buruk.
Allah berfirman,
“(Dan di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah engkau shalat di dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar takwa (masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut engkau shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan, Allah menyukai orang-orang yang bersih. Maka, apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh. Lain bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahannam? Sungguh, Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Qs. At Taubah: 107-109).
Inilah terjemah dari kitab : Syarah Aqidah Al Washithiyyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahulloh- . yang membahas Aqidah semua para Rosul Alloh, Aqaidah yang diwariskan Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam kepada para murid-nya (yakni Shohabat – Rodliallahu Anhum-), diwariskan lagi kepada para murid Shohabat – Rodliallahu Anhum- ( yakni Tabi’in -rahimahumulloh-), diwariskan lagi kepada murid Tabi’in ( yakni Tabiut Tabiin -rahimahumulloh-), dan sampai kepada kita ilmu Aqidah islam yang Shahih ini, melalui warisan para imam, ulama yang mengikuti para pendahulunya dengan benar.
Sebuah buku induk yang membahas secara detail Aqidah Islam, terutama dalam masalah:
Tauhid Asma’ dan Shifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Syafaat Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,Qodha dan Qodar, Ahlul bait Rosululloh,  Shahabat nabi -Rodliallahu Anhum- ,Karamah Wali, Bid’ah, Dan lainnya. Betapa banyak Firqoh dalam Islam, mereka terjatuh dalam kesesatan karena salah dalam memahami Aqidah Asma dan Shifat Alloh ini.
Pastikan !!,  anda pelajari dan faham betul Aqidah Asma dan Shifat Alloh yang Shahih ini, yang bisa menjadi tuntutan bagi  anda utk selamat dunia dan akherat.

Aunul Ma’bud Syarah Sunan  Abu Daud [ jilid 4]
Judul asli: Aun Al Ma’bud Syarah Sunan Abi Daud
Penulis: Imam Abu Thayyib Muhammad Syamsul Haq Al Adzim Abadi
Ta’liq: Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah
Fisik: buku ukuran sedang 23,5 x 15 cm, Hardcover
Pustaka Azzam
Harga: Rp 149.000

Pemesanan: 0817 250 686

Tersedia :
Jilid 1: Rp 121.000
Jilid 2: Rp 145.000
Jilid 3: Rp 147.000

Kitab Sunan Abu Daud karya Al Imam Sulaiman bin Al Asy’ Ats As Sijistani [202-275 H] merupakan salah satu kitab dari beberapa kitab sunan yang memuat hadits-hadits Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam selain kitab hadits yang bertipe Musnad, majma’,Muwatha’, Az-Zawaid, Mu’jam, Mushannaf,  dan lainnya.  Sunan adalah buku-buku hadits yang disusun menurut bab-bab fiqih, dan hanya mencakup hadits yang sampai sanadnya kepada Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  [Hadits marfu]. Buku jenis hadits ini di kalangan ulama Ahlus Sunnah ada beberapa yang terkenal, diantaranya Sunan Abu dawud , At-Tirmidzi, Ibnu majah, An Nasai ,Ad Darimi dan lainnya.
Kitab yang berkaitan denagn kitab Sunan Abu Daud sudah ditulis oleh beberapa ulama, sebagian diantaranya :
1.    Ma’limus Sunan
Kitab Ini ditulis oleh Imam Abu Sulaiman Ahmad bin Ibrahim bin Khatab Al Bisthi Al Khatabi { w 388 H), Kitab ini merupakan Syarah yang sederhana yang mengupas masalah bahasa, meneliti riwayat, menggali hukum dan membahas adab.
2.    Al Manhalu ‘Azbu Al Maurud Syarhu Sunan Abi daud
Kitab ini disusun oelh seorang Syaikh Mahmud bin Muhammad bin Khthab As Subki -rahimahullah- , di dalam kitab ini, as Subki menunjukkan nama-nama perawi hadits, menjelaskan kata-kata yang sulit, mengungkap hukum dan ada dari hadits tersebut.Disamping itu juga menyebutkan nama perawi hadits tertentu selain Abu daud, dan juga menunjukkan derajat hadits baik shahih, hasan , dhaif, maudhu. namun sebelum beliau menyelesaikan kitab besar ini, beliau wafat pada bulan rabiul Awal tahun 1352 H.
3.    Mukhtashor Sunan Abu Daud
Imam Al hafidz Abudl Adzim bin Abdul  Qowi Al Mundziri -rahimahullah-  ( w 656 H) penyusun kitab At targhib Wa Tarhib, menulis ringkasan Sunan Abu daud yang diberi judul Al Mujtaba. Setiap hadits, Al Mundziri juga menyebutkan ulama lain dari ” lima Imama hadits” yang juga meriwayatkan hadits tersebut. Dia juga menunjukkan kelemahan sebagian hadits.
Kemudian Mukhtashor Al Mundziri ini diperbaiki sekaligus di ta’liq oleh Imam Muhammad bin Abu bakar Ibnul Qoyyim Al jauziyah -rahimahullah-  ( w 751 H)
Ibnul Qoyyim memberikan beberapa tambahan penjelasan mengenai kelemahan hadits yang di jelaskan oleh Al Mundziri, menegaskan keshahihan hadits yang belum di shahihkan, serta menjelaskan matan hadits yang muskil. Belau juga menjelaskan beberapa masalah secara panjang lebar yang tidak ditemukan pada kitab lainnya.
4.    Aunul Ma’bud Syarah ‘Ala Sunan Abu Daud
Penulisnya adalah Syaikh Abu Thayyib Syamsul haq Muhammad Asyaraf bin ‘ Ali Haidar As Siddiqi Al Adzhim Abadi.
Inilah edisi Terjemah dari Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abu Daud ,yang dilengkapi dengan ta’liq oleh Imam Ibnul Qoyyim dan tahqiq hadits oleh Ishamuddin As Shaababithi.

Musnad Imam Ahmad [jilid 9]
Judul asli: Musnad lil Imam Ahmad bin Muhammad bin Hanbal
Penulis: Imam Ahmad bin hanbal -rahimahullah-
Takhrij hadits: Syaikh Al Muhadits Ahmad Muhammad Syakir -rahimahullah-
Fisik: buku ukuran sedang 15×23.5 cm, Hardcover
Penerbit: Pustaka Azzam
Pemesanan: 0817 250 686

Musnad adalah kitab yang berisi kumpulan hadits yang  tidak diurut berdasarkan urutan bab-bab fiqih namun dikelompokkan/diurutkan  menurut setiap Shohabat rodliallohu anhum , baik hadits shahih, hasan atau dhaif. Urutan nama-nama para Shohabat didalam musnad kadang berdasarkan huruf hijaiyah atau alfabet sebagaimana dilakukan oleh ulama dan ini yang paling mudah, kadang juga berdasarkan pada kabilah dan suku, atau berdasarkan yang paling dahulu masuk Islam, atau berdasarkan negeri (asal).
Kitab hadits yang berbentuk musnad cukup banyak. Al Killani dalam kitabnya Ar Risalah Al Musthatharafah menyebutkan jumlahnya sebanyak 82 Musnad, diatara yang paling terkenal yaitu : Musnad karya Imam Abu Daud, Musnad karya Imam Ahmad bin Hanbal, Musnad karya Imam Abu bakar Al Humaidi, Musnad karya Imam Abu Ya’la -rahimakumullah- . Kitab ini adalah jilid 9 dari terjemahan Kitab Musnad Imam Ahmad yang telah ditakhrij oleh Syaikh Al Muhadits Ahmad bin Muhammad Syakir -rahimahullah- .