Buku Induk Akidah Islam

Buku Induk Akidah Islam
Judul asli: Syarah Aqidah Al Washithiyyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Penulis: Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang (p=24cm), hardcover, 930 hal
Penerbit: Pustaka Sahifa [cetakan dan cover baru]
Harga: Rp 130.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Aqidah yang selamat adalah salah satu syarat diterimanya amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan seesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. An Nahl: 97).
Kebalikan dari hal itu, aqidah yang rusak dapat menggugurkan (pahala) semua amalan. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “]ika engkau mempersekutukan (Rabb), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentu-lah engkau termasuk orang-orang yang merugi.” (Qs. Az Zumar: 65).
“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Al An’am: 88).
Aqidah yang rusak oleh kesyirikan menghalangi seseorang mendapatkan surga serta ampunan. Bahkan, mengantarkan seseorang kepada azab yang kekal di dalam Neraka.
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman,
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. An Nisaa’: 48).
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya Surga dan tempatnya adalah neraka. Tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun.” (Qs. Al Maidah: 72).
Aqidah yang rusak juga menghalalkan darah pemiliknya untuk ditumpahkan serta menjadikan harta yang dimilikinya halal untuk diambil. Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  berfirman, “Dan perangilah mereka supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Qs. Al Anfaal: 39).
“Apabila sudah habis bulan-bulan haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah di tempat pengintaian” (Qs. At-Taubah: 5).
Selanjutnya, aqidah yang selamat memberi pengaruh yang baik terhadap hati dan tingkah laku dalam bermasyarakat serta peradaban.
Pada zaman Nabi  ada dua kelompok yang membangun masjid. Satu kelompok membangun masjidnya dengan niat yang benar dan berada di atas aqidah yang murni kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala . Adapun kelompok yang satunya membangun masjidnya untuk tujuan yang tidak baik serta di atas aqidah yang rusak. Maka Allah  memerintah Nabi-Nya untuk shalat di masjid yang dibangun di atas asas ketakwaan, dan Allah melarangnya untuk shalat di masjid yang dibangun di atas asas kekafiran serta untuk tujuan-tujuan yang buruk.
Allah berfirman,
“(Dan di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah, “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah engkau shalat di dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan di atas dasar takwa (masjid Quba) sejak hari pertama adalah lebih patut engkau shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan, Allah menyukai orang-orang yang bersih. Maka, apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan-(Nya) itu yang baik ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh. Lain bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahannam? Sungguh, Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Qs. At Taubah: 107-109).
Inilah terjemah dari kitab : Syarah Aqidah Al Washithiyyah Li Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, disyarah oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin -rahimahulloh- . yang membahas Aqidah semua para Rosul Alloh, Aqaidah yang diwariskan Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam kepada para murid-nya (yakni Shohabat – Rodliallahu Anhum-), diwariskan lagi kepada para murid Shohabat – Rodliallahu Anhum- ( yakni Tabi’in -rahimahumulloh-), diwariskan lagi kepada murid Tabi’in ( yakni Tabiut Tabiin -rahimahumulloh-), dan sampai kepada kita ilmu Aqidah islam yang Shahih ini, melalui warisan para imam, ulama yang mengikuti para pendahulunya dengan benar.
Sebuah buku induk yang membahas secara detail Aqidah Islam, terutama dalam masalah:
Tauhid Asma’ dan Shifat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Syafaat Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam ,Qodha dan Qodar, Ahlul bait Rosululloh,  Shahabat nabi -Rodliallahu Anhum- ,Karamah Wali, Bid’ah, Dan lainnya. Betapa banyak Firqoh dalam Islam, mereka terjatuh dalam kesesatan karena salah dalam memahami Aqidah Asma dan Shifat Alloh ini.
Pastikan !!,  anda pelajari dan faham betul Aqidah Asma dan Shifat Alloh yang Shahih ini, yang bisa menjadi tuntutan bagi  anda utk selamat dunia dan akherat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: