Sirah Shahabat

Sirah Shahabat
Judul asli: Shuwat min hayati Ash Shahabah ( khamsah wa Sittin Syahshiyyah)
Penulis: Syaikh Dr. Abdurrahman Raf’at Al Basya
Fisik: buku ukuran sedang 16x25cm, hardcover, 560 hal
Penerbit: Pustaka As Sunnah
Harga: Rp 125.000
Pemesanan: 0817 250 686

Orang-orang yang menyakiti para sahabat berarti mereka telah menyakiti Rosululloh  sedangkan siapa saja yang menyakiti Rosululloh berarti telah menyakiti Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  dan siapa pun yang menyakiti Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  maka dia adalah orang yang di-laknat dan tercela. Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam  bersabda:
“Jangan kalian mencela sahabatku, seandainya salah seorang di antara kalian menginfaqkan emas sebesar Gunung Uhud maka tidaklah menyamai i mud mereka atau setengahnya. ” (HR. Bukhori: 3470 dan Muslim: 2540)
Dan Rosululloh  juga bersabda:
“Barang siapa mencela sahabatku, atasnya laknat Alloh, para malaikat dan manusia seluruhnya.” (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Kabir 12/142, dihasankan oleh al-Albani dalam Silsilah Ahadits ash-Shohihah: 2340)
Dan masih banyak lagi dalil-dalil yang menun-jukkan kemuliaan para sahabat  -Rodliallahu Anhum-  dan haramnya mencela apalagi mencaci para sahabat Rosululloh . Bahkan kewajiban kita adalah memuliakan mereka karena mereka telah memuliakan Alloh dan Rosul-Nya. Inilah manhaj (metode) yang ditempuh oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Siapa saja yang menyimpang dari metode ini berarti mereka adalah orang-orang yang tersesat dari jalan yang Haq.
Berkata al-Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahulloh- : “Termasuk hujjah yang jelas adalah menyebut kebaikan-kebaikan para sahabat Rosululloh seluruhnya, dan menahan lisan dari membicarakan keburukan mereka dan perselisihan yang terjadi di antara mereka, siapa saja yang mencela para sahabat Rosululloh atau salah satu di antara mereka, mencacat dan mencela mereka, membongkar aib mereka atau salah satu dari mereka maka dia adalah mubtadi’ (ahli bid’ah), rofidhi (orang rofidhoh/syi’ah) yang busuk yang tersesat. Mencintai para sahabat  adalah sunnah, mendo’akan kebaikan untuk mereka adalah amalan ketaatan, meneladani mereka adalah perantara (ridho-Nya), mengikuti jejak mereka adalah kemuliaan. Para sahabat Rosululloh adalah manusia terbaik, tidak dibenarkan bagi seorang pun menyebut-nyebut kejelekan mereka, tidak pula mencacat atau mencela dan membicarakan aib salah satu di antara mereka.”

Inilah buku yang menceritakan siroh sebagian dari Sahabat Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, mudah-mudah Alloah memberikan kita jalan kemudahan dan semangat untuk mengikuti mereka dalam ilmu dan amal mereka rodliallahu anhum.

1 comment
  1. Aprianty said:

    Asslamualaikum,
    Saya tertarik dengan buku ini kalau dikirim ke daerah tangerang berapa lama y?
    Bisa diberi tahu sedikit isi buku ini. Sahabat Rasulullah siapa saja, yang diceritakan dalam buku ini?
    Syukron

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: