Arsip

Daily Archives: Agustus 31, 2010

Fathulbari Syarah Shahih Al Bukhari [jilid 3]
Judul asli: Fathulbari Syarah Shahih Al Bukhari
Penulis: Imam Ibnu Hajar Al Asqolani -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang 17×24 hal, Hardcover
Penerbit: Pustaka Imam Syafii
Harga: Rp 110.000/jilid
Pemesanan: 0817250686

Kitab fathulbari Syarah Shahih Al Bukhari  telah mendapatkan sambutan paling positif dari semua kalangan umat Islam dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Lebih dari itu, mereka menyebutnya kitab yang paling shahih setelah al-Qur-anul Karim. Sebagai kitab yang diterima oleh semua kalangan, bahkan diunggulkan daripada kitab-kitab hadits lain, tentu syarahnya sangat diperlukan untuk dapat memahami makna-makna yang terkandung di dalamnya secara benar dan mendalam. Dan syarah terbaik kitab Shahiihul Bukhari ini menurut hemat kami, serta yang paling masyhur dan dijadikan rujukan oleh kaum Muslimin di seluruh dunia, adalah kitab Fathul Baari.
Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahiihul Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. Penulisnya, Imam al-Bukhari -rahimahulloh- , hanya mencantumkan hadits-hadits shahih di dalamnya dengan syarat-syarat periwayatan (transmisi) yang begitu ketat. Bahkan, untuk memantapkan pilihannya beliau tidak segan-segan untuk shalat Istikharah dua rakaat setiap akan mencantumkan haditsnya di kitabnya itu sebagai bukti keseriusan dan pertanggungjawaban beliau di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala . Maka sangatlah wajar apabila kitab ini dinobatkan sebagai kitab yang kandungannya paling otentik setelah kitab suci al-Quran. Dan, pantaslah kiranya setiap usaha untuk melemahkan kitab ini selalu terbantahkan.
Ribuan hadits terkandung di dalamnya. Beberapa di antaranya sangat sulit bagi orang awam untuk memahami maknanya, lebih-lebih menyelaminya. Padahal, dari awal sampai akhir, kitab ini menyuguhkan banyak sekali pelajaran dan faedah yang sangat berguna bagi kehidupan seorang Muslim dan umat manusia secara keseluruhan. Tidak hanya dalam masalah’aqidah dan ibadah, spektrumnya merambah juga ke masalah etika, sosial, politik, budaya, dan lain sebagainya.Tentunya dalam koridor Sunnah Nabawiyyah
Kitab ini menggabungkan dua karya monumental dalam bidang hadits, berupa matan dan syarahnya. Yang pertama adalah Shahiihul Bukhari, yaitu kitab induknya; dan yang kedua adalah syarahnya, yaitu Fat-hul Baari itu sendiri. Fat-hul Baari tcrgolong kitab paling paripurna dalam syarah hadits sehingga segala hal berkaitan dengan syarah hadits hampir semuanya didapatkan di sini. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika para ulama mengatakan: “Laahijrata ba’dalFathi,” yang maknanya: Tidak perlu hijrah (beralih ke kitab lain) selama ada Fathul Baari”. Para ulama setelahnya banyak mengutip perkataan Ibnu Hajar dalam penulisan kitab-kitab mereka dan menjadikannya sebagai rujukan ilmiah.
Kitab Fathul Baari ini mempertemukan dua ulama ulung di bidang hadits nabawi, dan keilmuan keduanya telah diakui oleh semua kalangan umat Islam. Yang pertama adalah Imam al-Bukhari, yang digelari dengan Amirul Mukminin dalam bidang hadits; dan yang kedua adalah Imam Ibnu Hajar al-‘Asqalani, yang digelari al-Hafizh. Gelar al-hafizh bagi seorang ahli hadits hanya disematkan kepada yang mampu menghafal 100.000 hadits, baik sanad maupun matannya. Gelar ini diberikan kepada Ibnu Hajar oleh gurunya, al-Hafizh al-‘Iraqi, seorang syaikh (ulama besar) yang ahli dalam bidang hadits.
Selain itu, Ibnu Hajar -rahimahulloh-  termasuk penulis produktif dan hasil-hasil karyanya pun banyak diminati dan dikagumi oleh kaum Muslimin di seluruh dunia. Di antara karya-karya besar beliau adalah Fathul Baari Syarh Shahiihil Bukhari, Buluughul Maraam min Adillatil Ahkaam, Tahdziibut Tahdziib, al-Ishaabah fii Tamyiizish Shahaabah, dan lain-lain.
Di samping itu, banyak ulama yang menyanjung kepakaran beliau. Al-Hafizh as-Sakhawi -rahimahulloh-  berkomentar: “Mengenai pujian ulama terhadap Ibnu Hajar, sudah tidak terhitung lagi banyaknya.” Al-‘Iraqi -rahimahulloh-  memberikan pujian: “Ibnu Hajar adalah seorang syaikh yang ‘alim
(berilmu luas), sempurna pemahamannya, berakhlak mulia, muhaddits (ahli hadits), banyak memberikan manfaat kepada umat, sosok yang agung, al-Hafizh, sangat bertakwa, dhabith (kuat hafalannya), tsiqah (dapat dijadikan hujjah), amanah (dapat dipercaya), mampu membedakan antara perawi-perawi yang tsiqah (tepercaya) dan yang dha’if, banyak menemui para ahli hadits, dan dapat menguasai banyak cabang ilmu dalam waktu yang relatif pendek.”
Kitab syarah atau penjelasan kitab Shahiihul Bukhari ini tergolong kitab syarah yang paling sempurna karena kemampuannya dalam menyajikan dan menerangkan banyak hal. Mulai dari pembahasan masalah yang ditinjau dari ilmu bahasa: definisi masing-masing istilah secara lughawi (etimologi) dan syar’i (terminologi), perbandingan redaksi riwayat-riwayat, penjelasan kaidah ushul fiqih, pengungkapan keterangan ilmu hadits: sanad dan matannya, hingga pelajaran penting dan hikmah hadits nabawi; serta, pembahasan hal-hal yang terkait lainnya. Oleh karena itulah, kitab Fathul Baari ini sering kali dijadikan sebagai bahan rujukan atau sumber referensi oleh para penulis Muslim, khususnya terkait dengan makna-makna hadits yang tertulis dalam kitab Shahiihul Bukhari. Tidak ada yang mampu menandingi kitab syarah ini. Memang, ada kitab syarah Shahiihul Bukhari lain, berjudul Umdatul Qaari’ yang ditulis oleh al-Badrul ‘Aini; setelah terbitnya kitab ini. Akan tetapi, ketenaran kitab syarah tersebut masih kalah jauh dibandingkan dengan kemasyhuran kitab Fathul Baari.
Inilah edisi terjemah kedalam bahasa Indonesia, yang insya Alloh diterbitkan seperti kitab aslinya, diterjemahkan apa adanya dan tanpa menghilangkan atau mengurangi sebagian teks Arabnya, baik pada sanad atau matan hadits serta syarahnya. Termasuk dalam hal ini penulisan nomor bab pada matan kitab Shahiihul Bukhari, yang sebagiannya dimunculkan oleh penulisnya dan sebagiannya tidak. ditampilkan terjemahan kitab Fathul Baari secara utuh serta lebih bermanfaat
Inilah terjemah dari Kitab Fathulbari, terjemah dari kitab asli cetakan Darussalam, Saudi yang telah ditahqiq oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baaz -rahimahulloh- dan  Pada terbitan buku terjemahan ini, dilengkapi dengan glosarium untuk memudahkan pembaca dalam memahami kata-kata asing yang bertebaran di sela-sela pembahasan bab-babnya. Kata-kata tersebut, baik berkaitan dengan istilah-istilah kebahasaan, yaitu nahwu dan sharaf; istilah-istilah sastra dalam ilmu balaghah, seperti ma’ani dan lasybib; maupun istilah-istilah lain yang berkaitan dengan hadits beserta musthalahnya dan fiqih beserta ushulnya, seperti, munqathi’, maushul, sanad, mansukh, nasikh, mafhum mukhalafah dan lain-lain. Jilid ke 3 ini membahas tentang fiqh wudhu.

Iklan

Mengenal Tokoh-Tokoh Ikhwanul Muslimin
Judul asli: Al Mauridu Al adzbi Az Zalaal Fiima Untuqida’ Alaa Ba’dli Al Manahij Ad Da’awiyah Min Al Aqaaid wa Al A’mal ( Melindungi kemurnian mata air Islam yang menyegarkan dari penyimpangan manhaj-manhaj dakwah dalam keyakinan dan amalan)
Penulis: Syaikh Ahmad bin Yahya bin Muhammad An Najmi -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang P=32.5 cm, Softcover, 400 hal
Penerbit: Cahaya Tauhid Press
Pemesanan: 0817250686

Inilah buku yang memberikan nasehat kepada kita muslimin zaman sekarang ini, suspaya lebih berhati-hati terhadap fitnah manhaj-manhaj / kelompok-kelompok menyimpang yang mengaku-ngaku beramal berdasar Islam, namun, sungguh Islam berlepas diri dari mereka.
Pokok-pokok pembahsan dalam buku ini :
1.   Hikmah Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  Menciptakan Manusia
2.   Penjelasan Tentang Ibadah yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  Telah Menciptakan Manusia untuknya.
3.   Para Rasul adalah Perantara Alloh Subhanahu Wa Ta’ala bdengan Makhluk.
4.   Jaminan Keselamatan.
5.   Penjelasan Tentang Manhaj Para Rasul dalam Berdakwah (Menyeru) kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala
6.   Penjelasan bahwa Menyimpang dari Manhaj Para Rasul adalah Meninggalkan Jalan Lurus yang Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  Perintahkan untuk Diikuti
7.   Penjelasan bahwa Hizbiyyah Bukan Manhaj Para-Nabi Tetapi Bid’ah
8.   Penjelasan Tentang Keburukan-Keburukan Hizbiyyah
9.   Penjelasan Tentang Penyimpangan Ikhwanul Muslimin
10. Penjelasan Tentang Penyimpangan Jama’ah Tabligh
11. Penjelasan Tentang Wajibnya Berjalan di atas Manhaj Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  dalam Berdakwah Menuju Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dan Perkara Lainnya
12. Celaan Terhadap Bid’ah dan Ahli Bid’ah
13. Penjelasan Tentang Pahala bagi Orang-Orang yang Komitmen Terhadap Sunnah

Sirah Nabi Muhammad
Judul asli: Al Fushuul fii Siiratir Rasul -Sholallahu Alaihi Wassalam-
Penulis: Imam Ibnu Katsir -rahimahulloh-
Tahqiq: Syaikh Salim bin ied Al hilali
Fisik: buku ukuran sedang 17x24cm, hardover,577 hal
Penerbit: Pustaka imam Syafii
Harga: Rp 120.000,-
Pemesanan: 0817250686

Salah satu buku yang wajib dibaca oleh umat Islam adalah buku sirah Nabi, atau dengan istilah lain biografi Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- . Alasannya adalah, sirah Nabi memuat segala hal tentang kehidupan Nabi secara runut, mulai dari A sampai Z, sehingga dengan membacanya kita mendapatkan gambaran Islam yang utuh dan lengkap; yang tersaji secara lebih nyata, hidup, fisual, dan mudah dipahami serta diaplikasikan dalam kehidupan. Dengan kata lain, sirah Nabi adalah potret Islam yang hidup dan berjalan.
Tidak sedikit buku sirah yang ditulis oleh para ulama Muslim, yang klasik maupun yang modern, baik yang murni kisah sirah maupun yang dilengkapi dengan pelajaran di balik setiap peristiwa,baik yang singkat padat maupun yang panjang lebar; tiap-tiap buku tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan masmg-masing.
Namun ada hal yang lebih penting dari itu semua, yaitu keautentikan kisah-kisah sirah yang dimuat di dalamnya. Sirah merupakan kumpulan atau kabar di masa lampau yang ditulis setelah peristiwa itu berlalu dan diriwayatkan dari generasi ke generasi, sehingga ada kemungkinan masuknya riwayat-riwayat yang tidak autentik. Oleh karena itu diperlukan kajian terhadap keautentikan setiap riwayatnya la benar-benar hanya mendapatkan riwayat-riwayat yang jelas kedudukannya dan dapat dipertanggung-jawabkan.
Sirab Nabi karya Ibnu Katsir ini  adalah termasuk buku sirah terbaik dibanding buku-buku sirah yang lain, berdasarkan alasan-alasan berikut:
1.    Peenulisnya seorang ahli sejarah
Ibnu Katsir -rahimahulloh- tergolong ulama yang sulit dicari tandingannya, beliau menguasai banyak bidang ilmu pengetahuan. Selain bergelar  muhaddits (ahli hadits), mufassir (ahli tafsir), faqih (ahli fiqih), dan gelar ternama lainnya beliau juga digelari muarrikb alias ahli sejarah. Dalam hal ini, beliau memiliki karya tulis sejarah fenomenal yang muat riwayat-riwayat sejarah urnat manusia dimulai dari manusia pertama yaitu Nabi Adam hingga akhir masa kekhalifahan Islam. Kisah-kisah sejarah itu beliau tuangkan dalam kitabnya :  al-Bidaayah wan Nihaayah. Di dalam kitab tersebut termuat Sirah Nabi Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam-  serta biografi empat orang Khulafaur rasyidin. Namun, perlu diketahui bahwa kitab sirah yang sekarang  ini bukanlah saduran dari kisah yang tercantum dalam kitab tadi. Bukan pula kutipan-kutipan dari kisah-kisah populer. tetapi, kitab ini ditulis secara khusus dan murni kitab sirah.
2.    Penyusunan kitabnya berdasarkan metode muhadditsin
Kitab sirah ini tergolong kitab klasik. Ditulis oleh penulisnya larkan metode penulisan muhadditsin (ahli hadits) yang begitu selektif terhadap berita-berita yang disampaikan. Hal ini dapat dimaklumi, karena penulisnya seorang Muhaddits (ahli hadits) yang ternama. Sebagai seorangahli hadits, Ibnu Katsir menerapkan keahlian ini dalam setiap karyanya, seperti pada kitabnya yangberjudul Tafsiirul Al Qur’anul Adzim yangdikenaldengan Tafsir Ibnu Katsir, salah satu kitab tafsir bil ma’tsur terbaik. Juga pada kitabnya al-Bidaayah wan Nihaayah.
Dalam kitab ini,  beliau selalu merujuk sumber-sumber sejarah dari riwayat-riwayat yang shahih sebagai dalilnya, lalu meramunya menjadi sebuah cerita sejarah yang apik dan tidak kaku dalam penyampaiannya.
Dengan kata lain, dalam Sirah Nabi ini, Ibnu Katsir menempuh metode bil ma’tsur yakni berdasarkan riwayat-riwayat. Meski begitu, beliau juga tidak meremehkan kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh para ulama sebelumnya, seperti ath-Thabari dan lain-lain. Hanya saja, pada kitab sirah ini penulisnya tidak terang-terangan mendedikasikan karyanya ini sebagai kitab shahih. Bagaimanapun juga, metode ini lebih dapat dipertanggungjawabkan daripada metode penulisan yang lain.
3.       Hadits-haditsnya telah dl-tahqiq, di-takhrij, dan dtperjelas maknanya
Kitab sirah Nabi ini semakin berbobot dan lengkap dengan tahqiq Syaikh Salim bin ‘led al-Hilali. Di dalam tahqiq-nya, beliau melakukan takhrij terhadap riwayat-riwayat yang dijadikan sumber atau rujukan Ibnu Katsir dalam penulisan kitab sirahnya ini. Selain men-takhrij-nya, Syaikh Salim juga melakukan banyak hal positif terhadap kitab ini, antara lain dengan menyusun kembali bagian-bagian pembahasan dan mengurutkan tema-temanya, menjelaskan kata-kata yang sulit dipahami, mendiskusikan aspek-aspek fiqihnya maupun riwayat-riwayat yang menjadi sumber sejarahnya, serta membuat daftar isi srsuai dengan sistematika penulisan ilmiah yang berlaku.
4.       Adanya tambahan pembahasan mengenai sifat fisik Nabi, keadaan rumah tangga Beliau, dan hukum-hukum yang Allah khususkan bagi Nabi-Nya
Dan, ketiga hal itulah yang menjadi nilai tambah dalam buku mi yang tidak didapatkan pada kitab sirah mana pun. Anda akan dapatkan di akhir pembahasan kitab ini hal-hal yang berkaitan dengan sifat-sifat fisik Nabi, anak-anaknya, istri-istrinya, pelayan-pelayannya, hingga unta dan kuda beliau. Kemudian disusul dengan pembahasan hal-hal yang menjadi kekhususan Rasulullah , yang tidak dimiliki para Nabi lainnya; seperti diberikan-Nya kemenangan dari musuh-musuh beliau dengan dimasukkan-Nya rasa gentar di hati mereka, seluruh permukaan bumi (tanah) dapat dijadikan tempat shalat dan bersuci, dihalalkan-Nya harta rampasan perang, diberikan hak memberi syafaat pada hari Kiamat, dan diutus kepada seluruh umat manusia, dan masih banyak lagi keistimewaan lain yang hanya dianugerahkan Allah kepada beliau. Pembahasan terakhir ini lalu ditutup dengan hal-hal yang menjadi kekhususan Nabi  yang tidak dimiliki umatnya, mulai dari masalah yang berkaitan dengan iman, bersuci, shalat, zakat, puasa, haji, warisan, hingga masalah hukum-hukum syari’at yang lain.
Membaca kitab ini, selain mendapatkan uraian kisah Nabi yang dapat dipertanggungjawabkan, akan menambah wawasan kita tentang sosok Nabi kita Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- , secara lebih luas dan mendalam.

Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah
Judul asli: Al Awashim min Al Qawashim fi Tahqiq Mawaqif Ash Shahabah ba’da wafat An nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-
Penulis: Imam Al Qodhi Abu bakar Ibnul Arabi Al maliki -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang p=24 cm, hardcover, 406 hal
Penerbit: Pustaka Sahifa
Harga: Rp 85.000,-
Pemesanan: 0817250686

Sebuah nama yang telah membuat buram sejarah Islam, Ibnu Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam, sebagaimana agama Nasrani juga pernah disusupi oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Nasrani. Laki-laki terlaknat ini bergerak dalam kegelapan, menghimpun orang-orang munafik dan orang-orang dungu yang ber-baur di tengah kaum Muslimin. Mereka inilah yang menyulut fitnah dan pemberontakan kepada khalifah Utsman bin Affan -Rodliallahu Anhu-  bahkan berhasil membunuh beliau secara zhalim dan keji. Dan yang lancang membunuh beliau adalah si Yahudi itu, yang dikenal dengan “kematian hitam”.
Dalam kekisruhan yang terjadi antara para sahabat besar: Ali bin Abi Thalib, Aisyah, az-Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah  -Rodliallahu Anhum-  si Yahudi dan kelompoknya itu pulalah yang mengobarkan peperangan di antara mereka. Begitu pula dalam benturan antara khalifah Ali -Rodliallahu Anhu-  dan Mu’awiyah -Rodliallahu Anhu-  yang menewaskan banyak kaum Muslimin, orang durjana itu dan para pengikutnya, sekali lagi  berada di balik peristiwa itu. Semua Itu adalah kehendak Alloh Subhanahu Wa Ta’ala , untuk suatu hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya. Agama Nasrani berhasil diganti dan diobrak-abrik, tetapi terhadap Islam, hanya mampu memicu munculnya golongan-golongan sempalan dan sesat. Kelompok sempalan pertama dalam Islam adalah khawarij, dan salah satunya adalah golongan Syi’ah Rafidhah; keduanya tidak lepas dari andil  si Yahudi hitam tersebut.
Ini adalah sebagian kecil dari fitnah yang terjadi di tengah generasi Islam terbaik itu, ditambah lagi dengan kesimpangsiuran yang disebabkan oleh penulisan sejarah oleh orang-orang yang tidakbertanggung jawab.
Buku ini pada dasarnya, meluruskan catatan sejarah tentang pertikaian dan fitnah yang telah terjadi, ssejak Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam wafat hingga Masa Bani Umayyah.
Buku ini ditulis oleh seorang ulama dan imam besar kaum Muslimin untuk menjelaskan sifat-sifat kemuliaan yang dimiliki oleh sahabat-sahabat Rasulullah  dan mengikis apa yang disisipkan ( berupa kebohongan)  kepada mereka dan kepada para tabi’in yang membantu dan mengikuti mereka dengan baik. Buku ini layak untuk menjadi sebuah teriakan kebenaran yang membangunkan Muslimin sehmgga dia melek terhadap racun yang disusupkan oleh orang-orang yang membenci dan memusuhi para sahabat -Rodliallahu Anhu- , sehingga muslimin bisa menjadikannya sebagai contoh bagi racun-racun lainnya sehingga para muslimin yang diberi taufik kepada kebaikan dari mereka bisa fokus mengkaji hakikat sejarah Islam dan menyingkap sifat-sifat terpuji pada orang-orangnya. Maka mereka mengetahui bahwa Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  telah membalas mereka karenanya dengan mukjizat-mukjizat yang terwujud sempurna di tangan mereka dan orang-orang yang mendukung mereka dalam mengadakan perubahan terbesar yang diketahui oleh sejarah kemanusiaan. Seandainya potret para sahabat dan tabi’in seperti yang digambarkan oleh orang-orang yang memusuhi dan membenci mereka, tentunya tidak masuk akal kalau mereka bisa merealisasikan kemenangan-kemenangan itu dan umat manusia merespon dakwah mereka dengan masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong.
AI-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi Al maliki -rahimahulloh- , penulis al-Awashim min al-Qawashim ini adalah salah seorang imam kaum Muslimin. Para fuqaha madzhab Imam Malik menganggapnya sebagai salah seorang imam mereka, yang pendapat -pendapatnya menjadi teladan bagi mereka. Beliau adalah salah seorang guru dari Al Qodhi qadhi iyadh -rahimahulloh- , penults buku asy-Syifa fi at-Ta’rif bi Huquq al lMusthofa, juga salah seorang syaikh Ibnu Rusyd -rahimahulloh-  seorang ulama dan nhli fikih, ayah dari Abu al-Walid.
Syaikh Shiddiq Hasan Khan dalam At taj Al Mukallal 280-308 berkata,” Dia Imam Ibnul Al Arabi -rahimahulloh- ( beliau -rahimahulloh-  bukan Ibnu Arabi , penulis futuhat makiyyah gembong sufi sesat  – pent) adalah seorang imam dalam ushul dan furu’, menyimak dan belajar fikih dan ushul, menduduki kursi nasihat dan tafsir, menyusun banyak karya tulis dalam berbagai disiplin ilmu, tegus dalam beramar ma’ruf nahi munkar sehingga dia di teror, karenanya berakibat hilangnya buku-buku dan hartanya,namun beliau menghadapi itu dengan kesabaran.”
Syaikh Al Allamah Ahmad bin Muhammad yang lebih dikenal dengan Al Muqri berkata dalam kitab nya : nafh Ath Thib min Ghuhni Al Andalus Ar rathib, ” Beliau adalah tokoh utama, selalu berpakaian suci, berilmu luas, kecerdikannya melupakan orang akan kecerdikan ilyas, meninggalkan taqlid terhadap qiyas, menarik hukum furu’ dari ushul, dalam islam dia lebih tajam daripada ujung tombak.”
Bukunya al-Awashim min al-Qawashim adalah salah satu buku terbaiknya. Beliau menulisnya tahun 536 H, pada saat beliau berada dalam fase kernatangan yang sempurna setelah kota-kota besar dibanjiri oleh karya-karyanya dan murid-muridnya yang menjadi para imam yang diteladani  di masanya.

Kumpulan Tulisan Ibnu Qayyim Al Jauziyah : Rahasia hati, Kesehatan Jiwa dan Akhlak
Penulis: Imam Ibnu Qoyyim Al Jauziyah -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang p=23.5 cm, hardcover, 974 hal
Penerbit: Pustaka Azzam
Harga: Rp 191.000,-
Pemesanan: 0817250686

Cinta merupakan sumber kekuatan yang mampu memotivasi jiwa untuk ber-buat, bahkan dapat meraacu seseorang untuk melakukan  hal-hal gila, Tanpa cinta hidup terasa hampa dan tak bergairah. Cinta ibarat pelita hati yang menuntun seseorang menghambakan diri dihadapan sang kekasih. Namun apabila ia sirna dari hati maka hidup penuh dengan kegelapan dan kesesatan.
Cinta juga mampu menjadi penawar mujarab untuk mengobati berbagai penyakit hati sehingga sang pencinta terhindar dari penyakit akut yang menggiring dirinya menuju kehancuran. Itulah cinta yang hanya bisa dikecap dengan hati yang tulus dan bersih. Oleh karena itu, Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam  mengingatkan umatnya untuk senantiasa menjaga dan meningkatkan kesucian hati, beliau bersabda,
“Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh terdapat sekerat daging ( segumpal darah) , jika sekerat daging itu baik, maka baik pula seluruh tubuh, dan jika sekerat daging  itu rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, sekerat daging tersebut adalah hati.”
Jika seorang hamba hendak membuktikan kemurnian cintanya untuk memperoleh cinta yang tulus, maka jalan satu-satunya adalah dengan mengaktualisasikan dan mengimplementasikan syariat Allah yang diwujudkan dalam amal perbuatan sehari-hari yang telah dituntunkan.
Buku ini, yang merupakan ringkasan beberapa karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah dengan metode penyajian yang komprehensif dan tajam dalam mengupas setiap permasalahan tersebut, diharapkan dapat memberikan pencerahan dan meningkatkan kualitas kehambaan kita terhadap Alloh Subhanahu Wa Ta’ala

Menyelisik Alam Malaikat
Judul asli: Mu’taqod Firaqil Muslimin  wal Yahuud wan Nashaaraa wal Falaasifah wal Watsaaniyyiin fil malaa-ikatil Muqarrabiin
Penulis: Syaikh Dr Muhammad bin Abdul Wahab Al Aqil
Fisik: buku ukuran sedang 17×24 cm, hardcover, 492 hal
Penerbit: Pustaka Imam Syafii
Harga: Rp 90.000,-
Pemesanan:
0817250686

Dunia Malaikat berbeda dengan dunia manusia. Malaikat adalah makhluk Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang diciptakan dari nur ( cahaya). Mereka memiliki wujud asli yng sangat besar, diantara riwayat yang menunjukkan besarnya fisik dan kekuatan malikat adalah hadits jabir bin Abdulloh -Rodliallahu Anhu- bahwasanya Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
” Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat pemikul Arsy’. Sesungguhnya jarak antara ujung telinga dan pundaknya sejauh perjalanan 700 tahun.” [ HR Abu Daud no 4727, disahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah I/151].
Karakteristik fisiknya berbeda dengan bangsa jin ataupun manusia, ia bukan pria bukan pula wanita. Kendati begitu, ia diberi kemampuan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  untuk menjelma menjadi seorang manusia. Tujuannya untuk menguji keimanan dan ketaqwaan hamba-hamba Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Salah satu ciri khusus para Malaikat ialah selalu taat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, tidak pernah membangkang ataupun menyelisihi,mereka adalah tentara-tentara Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  , yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti kecuali oleh-Nya
Banyak sekali informasi tentang kat yang jarang diketahui kebanyakan orang. Dan, semua hal diuraikan secara lugas dan sistematik oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-‘Aqil dalam kitabnya yangberjudul- Mu’taqod Firaqil Muslimin  wal Yahuud wan Nashaaraa wal Falaasifah wal Watsaaniyyiin fil malaa-ikatil Muqarrabiin (Pemahaman dan Keyakinan tentang Malaikat menurut  Islam, Yahudi, Nashrani, dan Paganisme.
Penulis, yang juga salah seorang dosen di Universitas Islam Madinah, membagi buku ini terbagi menjadi dua bagian utama. Juz pertama tentang Malaikat menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, yang meliputi penjelasan terhadap kewajiban setiap Muslim untuk mengimani Malaikat, baik secara umum maupun terperinci. Pada bagian ini dijelaskan seputar nama-nama Malaikat dan sifat-sifatnya, baik berupa fisik maupun karakteristiknya. Penulis juga mengkritisi beberapa nama Malaikat yang beredar luas di masyarakat tetapi tidak tercantum dalam nash al-Qur-an maupun as-Sunnah, seperti nama ‘Izra-il sebagai Malaikat pencabut nyawa, padahal yang benar-wallahu alam-adalah Malaikat Maut, ataupun nama Raqib dan ‘Atid sebagai dua Malaikat pencatat amal manusia, padahal yang benar adalah keduanya merupakan sifat bagi para Malaikat pencatat amal, yakni Malaikat pengawas yang selalu hadir (siap mencatat).
Di samping itu, penulis juga memperluas bahasannya dengan mengulas tugas-tugas Malaikat.
Menurutnya, tugas-tugas yang dibebankan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  kepada mereka terbagi dua:
(1) tugas yang berkaitan dengan alam semesta, antara lain memikul ‘Arsy, menjaga Surga dan Neraka, mengendalikan gunung, dan lain sebagainya; dan,
(2) tugas yang berkaitan dengan manusia, antara lain sebagai perantara antara manusia dan Rabbnya, mencatat amal baik dan buruknya, menganugerahkan nikmat kepadanya, menurunkan laknat atasnya, menjaganya dari keburukan, menemani dan mendo’akannya untuk kebaikan terutama bagi mereka yang berada dalam majelis ilmu, dan lain sebagainya.
Sedangkan pada juz kedua, penulis dengan cakrawala keilmuannya menguraikan pemahaman dan keyakinan beberapa sekte dalam Islam dan penganut agama lainnya tentang Malaikat. Sekte-sekte Islam yang dimaksud adalah para ahli kalam, yakni Jahmiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Mu’tazilah, Neo-Mu’tazilah, Syi’ah, Bathiniyyah, dan lain semisalnya. Adapun penganut agama lain, yang dimaksud adalah orang-orang yang berasal dari kalangan Yahudi, Nashrani, kaum musyrikin Arab, dan ahli filsafat; termasuk di dalamnya Hindu dan Budha. Pertama-tama, penulis memaparkan prinsip-prinsip ‘aqidah mereka dalam beragama secara umum, kemudian baru menukik pada penjabaran keyakinan mereka terhadap Malaikat dan seluk-beluknya. Selanjutnya, ia mengkritisi beberapa bagian yang keliru dan sesat dari pemahaman mereka dengan pisau analisis berdasarkan pedoman al-Qur-an dan as-Sunnah.
Dengan sistematika demikian, buku ini dapat dijadikan rujukan sebagai buku yang komprehensif tentang Malaikat. Tidak hanya mengulitinya dalam perspektif Islam, melainkan juga mengulas pandangan-pandangan lain dari kalangan non-Muslim sekaligus mengungkapkan letak kekeliruannya mereka.