Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah

Meluruskan Sejarah Menguak Tabir Fitnah
Judul asli: Al Awashim min Al Qawashim fi Tahqiq Mawaqif Ash Shahabah ba’da wafat An nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-
Penulis: Imam Al Qodhi Abu bakar Ibnul Arabi Al maliki -rahimahulloh-
Fisik: buku ukuran sedang p=24 cm, hardcover, 406 hal
Penerbit: Pustaka Sahifa
Harga: Rp 85.000,-
Pemesanan: 0817250686

Sebuah nama yang telah membuat buram sejarah Islam, Ibnu Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam, sebagaimana agama Nasrani juga pernah disusupi oleh seorang Yahudi yang pura-pura masuk Nasrani. Laki-laki terlaknat ini bergerak dalam kegelapan, menghimpun orang-orang munafik dan orang-orang dungu yang ber-baur di tengah kaum Muslimin. Mereka inilah yang menyulut fitnah dan pemberontakan kepada khalifah Utsman bin Affan -Rodliallahu Anhu-  bahkan berhasil membunuh beliau secara zhalim dan keji. Dan yang lancang membunuh beliau adalah si Yahudi itu, yang dikenal dengan “kematian hitam”.
Dalam kekisruhan yang terjadi antara para sahabat besar: Ali bin Abi Thalib, Aisyah, az-Zubair bin al-Awwam, dan Thalhah bin Ubaidillah  -Rodliallahu Anhum-  si Yahudi dan kelompoknya itu pulalah yang mengobarkan peperangan di antara mereka. Begitu pula dalam benturan antara khalifah Ali -Rodliallahu Anhu-  dan Mu’awiyah -Rodliallahu Anhu-  yang menewaskan banyak kaum Muslimin, orang durjana itu dan para pengikutnya, sekali lagi  berada di balik peristiwa itu. Semua Itu adalah kehendak Alloh Subhanahu Wa Ta’ala , untuk suatu hikmah yang hanya diketahui oleh-Nya. Agama Nasrani berhasil diganti dan diobrak-abrik, tetapi terhadap Islam, hanya mampu memicu munculnya golongan-golongan sempalan dan sesat. Kelompok sempalan pertama dalam Islam adalah khawarij, dan salah satunya adalah golongan Syi’ah Rafidhah; keduanya tidak lepas dari andil  si Yahudi hitam tersebut.
Ini adalah sebagian kecil dari fitnah yang terjadi di tengah generasi Islam terbaik itu, ditambah lagi dengan kesimpangsiuran yang disebabkan oleh penulisan sejarah oleh orang-orang yang tidakbertanggung jawab.
Buku ini pada dasarnya, meluruskan catatan sejarah tentang pertikaian dan fitnah yang telah terjadi, ssejak Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam wafat hingga Masa Bani Umayyah.
Buku ini ditulis oleh seorang ulama dan imam besar kaum Muslimin untuk menjelaskan sifat-sifat kemuliaan yang dimiliki oleh sahabat-sahabat Rasulullah  dan mengikis apa yang disisipkan ( berupa kebohongan)  kepada mereka dan kepada para tabi’in yang membantu dan mengikuti mereka dengan baik. Buku ini layak untuk menjadi sebuah teriakan kebenaran yang membangunkan Muslimin sehmgga dia melek terhadap racun yang disusupkan oleh orang-orang yang membenci dan memusuhi para sahabat -Rodliallahu Anhu- , sehingga muslimin bisa menjadikannya sebagai contoh bagi racun-racun lainnya sehingga para muslimin yang diberi taufik kepada kebaikan dari mereka bisa fokus mengkaji hakikat sejarah Islam dan menyingkap sifat-sifat terpuji pada orang-orangnya. Maka mereka mengetahui bahwa Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  telah membalas mereka karenanya dengan mukjizat-mukjizat yang terwujud sempurna di tangan mereka dan orang-orang yang mendukung mereka dalam mengadakan perubahan terbesar yang diketahui oleh sejarah kemanusiaan. Seandainya potret para sahabat dan tabi’in seperti yang digambarkan oleh orang-orang yang memusuhi dan membenci mereka, tentunya tidak masuk akal kalau mereka bisa merealisasikan kemenangan-kemenangan itu dan umat manusia merespon dakwah mereka dengan masuk ke dalam agama Allah dengan berbondong-bondong.
AI-Qadhi Abu Bakar Ibnul Arabi Al maliki -rahimahulloh- , penulis al-Awashim min al-Qawashim ini adalah salah seorang imam kaum Muslimin. Para fuqaha madzhab Imam Malik menganggapnya sebagai salah seorang imam mereka, yang pendapat -pendapatnya menjadi teladan bagi mereka. Beliau adalah salah seorang guru dari Al Qodhi qadhi iyadh -rahimahulloh- , penults buku asy-Syifa fi at-Ta’rif bi Huquq al lMusthofa, juga salah seorang syaikh Ibnu Rusyd -rahimahulloh-  seorang ulama dan nhli fikih, ayah dari Abu al-Walid.
Syaikh Shiddiq Hasan Khan dalam At taj Al Mukallal 280-308 berkata,” Dia Imam Ibnul Al Arabi -rahimahulloh- ( beliau -rahimahulloh-  bukan Ibnu Arabi , penulis futuhat makiyyah gembong sufi sesat  – pent) adalah seorang imam dalam ushul dan furu’, menyimak dan belajar fikih dan ushul, menduduki kursi nasihat dan tafsir, menyusun banyak karya tulis dalam berbagai disiplin ilmu, tegus dalam beramar ma’ruf nahi munkar sehingga dia di teror, karenanya berakibat hilangnya buku-buku dan hartanya,namun beliau menghadapi itu dengan kesabaran.”
Syaikh Al Allamah Ahmad bin Muhammad yang lebih dikenal dengan Al Muqri berkata dalam kitab nya : nafh Ath Thib min Ghuhni Al Andalus Ar rathib, ” Beliau adalah tokoh utama, selalu berpakaian suci, berilmu luas, kecerdikannya melupakan orang akan kecerdikan ilyas, meninggalkan taqlid terhadap qiyas, menarik hukum furu’ dari ushul, dalam islam dia lebih tajam daripada ujung tombak.”
Bukunya al-Awashim min al-Qawashim adalah salah satu buku terbaiknya. Beliau menulisnya tahun 536 H, pada saat beliau berada dalam fase kernatangan yang sempurna setelah kota-kota besar dibanjiri oleh karya-karyanya dan murid-muridnya yang menjadi para imam yang diteladani  di masanya.

1 comment
  1. Penggalian sejarah kebenaran, yang sudah lama terpendam, bagaikan menambang INTAN MUTIARA….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: