Menyelisik Alam Malaikat

Menyelisik Alam Malaikat
Judul asli: Mu’taqod Firaqil Muslimin  wal Yahuud wan Nashaaraa wal Falaasifah wal Watsaaniyyiin fil malaa-ikatil Muqarrabiin
Penulis: Syaikh Dr Muhammad bin Abdul Wahab Al Aqil
Fisik: buku ukuran sedang 17×24 cm, hardcover, 492 hal
Penerbit: Pustaka Imam Syafii
Harga: Rp 90.000,-
Pemesanan:
0817250686

Dunia Malaikat berbeda dengan dunia manusia. Malaikat adalah makhluk Alloh Subhanahu Wa Ta’ala yang diciptakan dari nur ( cahaya). Mereka memiliki wujud asli yng sangat besar, diantara riwayat yang menunjukkan besarnya fisik dan kekuatan malikat adalah hadits jabir bin Abdulloh -Rodliallahu Anhu- bahwasanya Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,
” Aku diizinkan untuk menceritakan tentang salah satu malaikat pemikul Arsy’. Sesungguhnya jarak antara ujung telinga dan pundaknya sejauh perjalanan 700 tahun.” [ HR Abu Daud no 4727, disahihkan Al Albani dalam Ash Shahihah I/151].
Karakteristik fisiknya berbeda dengan bangsa jin ataupun manusia, ia bukan pria bukan pula wanita. Kendati begitu, ia diberi kemampuan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  untuk menjelma menjadi seorang manusia. Tujuannya untuk menguji keimanan dan ketaqwaan hamba-hamba Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.
Salah satu ciri khusus para Malaikat ialah selalu taat kepada Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, tidak pernah membangkang ataupun menyelisihi,mereka adalah tentara-tentara Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  , yang jumlahnya tidak diketahui secara pasti kecuali oleh-Nya
Banyak sekali informasi tentang kat yang jarang diketahui kebanyakan orang. Dan, semua hal diuraikan secara lugas dan sistematik oleh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-‘Aqil dalam kitabnya yangberjudul- Mu’taqod Firaqil Muslimin  wal Yahuud wan Nashaaraa wal Falaasifah wal Watsaaniyyiin fil malaa-ikatil Muqarrabiin (Pemahaman dan Keyakinan tentang Malaikat menurut  Islam, Yahudi, Nashrani, dan Paganisme.
Penulis, yang juga salah seorang dosen di Universitas Islam Madinah, membagi buku ini terbagi menjadi dua bagian utama. Juz pertama tentang Malaikat menurut al-Qur-an dan as-Sunnah, yang meliputi penjelasan terhadap kewajiban setiap Muslim untuk mengimani Malaikat, baik secara umum maupun terperinci. Pada bagian ini dijelaskan seputar nama-nama Malaikat dan sifat-sifatnya, baik berupa fisik maupun karakteristiknya. Penulis juga mengkritisi beberapa nama Malaikat yang beredar luas di masyarakat tetapi tidak tercantum dalam nash al-Qur-an maupun as-Sunnah, seperti nama ‘Izra-il sebagai Malaikat pencabut nyawa, padahal yang benar-wallahu alam-adalah Malaikat Maut, ataupun nama Raqib dan ‘Atid sebagai dua Malaikat pencatat amal manusia, padahal yang benar adalah keduanya merupakan sifat bagi para Malaikat pencatat amal, yakni Malaikat pengawas yang selalu hadir (siap mencatat).
Di samping itu, penulis juga memperluas bahasannya dengan mengulas tugas-tugas Malaikat.
Menurutnya, tugas-tugas yang dibebankan oleh Alloh Subhanahu Wa Ta’ala  kepada mereka terbagi dua:
(1) tugas yang berkaitan dengan alam semesta, antara lain memikul ‘Arsy, menjaga Surga dan Neraka, mengendalikan gunung, dan lain sebagainya; dan,
(2) tugas yang berkaitan dengan manusia, antara lain sebagai perantara antara manusia dan Rabbnya, mencatat amal baik dan buruknya, menganugerahkan nikmat kepadanya, menurunkan laknat atasnya, menjaganya dari keburukan, menemani dan mendo’akannya untuk kebaikan terutama bagi mereka yang berada dalam majelis ilmu, dan lain sebagainya.
Sedangkan pada juz kedua, penulis dengan cakrawala keilmuannya menguraikan pemahaman dan keyakinan beberapa sekte dalam Islam dan penganut agama lainnya tentang Malaikat. Sekte-sekte Islam yang dimaksud adalah para ahli kalam, yakni Jahmiyyah, Asy’ariyyah, Maturidiyyah, Mu’tazilah, Neo-Mu’tazilah, Syi’ah, Bathiniyyah, dan lain semisalnya. Adapun penganut agama lain, yang dimaksud adalah orang-orang yang berasal dari kalangan Yahudi, Nashrani, kaum musyrikin Arab, dan ahli filsafat; termasuk di dalamnya Hindu dan Budha. Pertama-tama, penulis memaparkan prinsip-prinsip ‘aqidah mereka dalam beragama secara umum, kemudian baru menukik pada penjabaran keyakinan mereka terhadap Malaikat dan seluk-beluknya. Selanjutnya, ia mengkritisi beberapa bagian yang keliru dan sesat dari pemahaman mereka dengan pisau analisis berdasarkan pedoman al-Qur-an dan as-Sunnah.
Dengan sistematika demikian, buku ini dapat dijadikan rujukan sebagai buku yang komprehensif tentang Malaikat. Tidak hanya mengulitinya dalam perspektif Islam, melainkan juga mengulas pandangan-pandangan lain dari kalangan non-Muslim sekaligus mengungkapkan letak kekeliruannya mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: