Arsip

Monthly Archives: Oktober 2010

Syarah Shahih Al Bukhari [Jilid 1 & 2]
Judul asli: Syarah Shahih Al Bukhari
Penulis: Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin -rahimahulloh-
Fisik:
buku ukuran sedang 24.5x16cm, hardcover, 1002 hal.
Penerbit: Darus Sunnah
Harga: Rp 180.000/jilid
Pemesanan: 0817 250 686

Tidak diragukan lagi bahwa kitab Shahih Al Bukhari merupakan kitab hadits paling otentik di muka bumi ini. Penulisnya, Imam al-Bukhari -rahimahulloh- , hanya mencantumkan hadits-hadits shahih di dalamnya dengan syarat-syarat periwayatan (transmisi) yang begitu ketat. Bahkan, untuk memantapkan pilihannya beliau tidak segan-segan untuk shalat Istikharah dua rakaat setiap akan mencantumkan haditsnya di kitabnya itu sebagai bukti keseriusan dan pertanggungjawaban beliau di hadapan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala . Maka sangatlah wajar apabila kitab ini dinobatkan sebagai kitab yang kandungannya paling otentik setelah kitab suci al-Quran. Dan, pantaslah kiranya setiap usaha untuk melemahkan kitab ini selalu terbantahkan.
Ribuan hadits terkandung di dalamnya. Beberapa di antaranya sangat sulit bagi orang awam untuk memahami maknanya, lebih-lebih menyelaminya. Padahal, dari awal sampai akhir, kitab ini menyuguhkan banyak sekali pelajaran dan faedah yang sangat berguna bagi kehidupan seorang Muslim dan umat manusia secara keseluruhan. Tidak hanya dalam masalah’aqidah dan ibadah, spektrumnya merambah juga ke masalah etika, sosial, politik, budaya, dan lain sebagainya.Tentunya dalam koridor Sunnah Nabawiyyah.
Melihat pentingnya umat Islam mengetahui dasar-dasar hukum Islam, yakni memahami hadits-hadits Rasulullah -Sholallahu Alaihi Wassalam- yang terkandung dalam kitab Shahih Al bukhari sebagai landasan dalam setiap amal ibadahnya, inilah terjemah kitab Syarah Shahih Al-Bukhari yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin -rahimahulloh- . Kitab ini merupakan Syarah Shahih Al-Bukhari yang ditulis oleh ulama hadits di era sekarang. Sistematika kitab ini lebih ringkas dari Syarah kitab Shahih Al-Bukhari yang maruf di kalangan umat yakni kitab fathulbari karya imam ibnu hajar -rahimahulloh- .
Syaikh Al utsaimin -rahimahulloh-  mencoba menyajikan syarah hadits -dalam kitab ini-dengan lebih ringkas tanpa mengurangi substansi kandungan hadits, makna, dan faidah yang terkandung di dalamnya, namun memudah-kan pembaca dalam memahami makna hadits. Sistematika dalam mensyarah hadits dimulai dengan menguraikan makna perkata hadits yang dipandang penulis butuh adanya penjelasan, kemudian diikuti dengan syarah hadits secara umum, dan ditutup dengan menyimpul-kan intisari faidah dari hadits, baik yang menyangkut masalah hukum, fikih, dan faidah lainnya.
Di dalam kitab ini, Syiakh Al Utsaimin -rahimahulloh- telah memperlihatkan ungkapan-ungkapannya yang dalam, berbagai komentar yang bermanfaat berikut pilihan kata yang mudah difahami, gaya bahasa yang lugas, dan penjelasan setiap hadits yang tidak terlalu ringkas sehinggal ada yang tertinggal mapun terlalu panjang sehingga membosankan
Ada keistimewaan lain yang dimiliki oleh tulisan beliau -rahimahulloh- ini, yaitu kandungannya yang mencakup berbagai persoalan terkini yang beliau sisipkan di sela-sela penjelasan beliau Rahimahutlah atas berbagai permasalahan kontemporer kepada para muridnya, ditambah lagi dengan hipotesa beliau terhadap berbagai persoalan sekaligus menyampaikan jawabannya.
Demikianlah, kitab ini juga menguraikan beragam permasalahan kontemporer yang beliau cantumkan ketika menguraikan beberapa hadits Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  yang ada di dalam kitab Syarah Shahih Al Bukhari yang berharga ini.
Syaikh Al-Utsaimin Rahimahullah juga menukilkan beberapa komentar yang penuh faedah dari sejumlah pensyarah Shahih Al-Bukhari sebelumnya yang paling terkemuka, di samping syarah beliau sendiri. Di antara mereka ialah:
1.    Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani Rahimahullah.
2.    Al-Hafizh Ibnu Rajab Al-Hambali Rahimahullah
3.    Al-Imam Badruddin Al-Aini Rahimahullah.
4.    Al-Imam Syihabuddin AI-Qasthallani -rahimahulloh-
Beliau memberikan penjelasan sejumlah kata-kata asing yang disebutkan dalam sebuah hadits. Dan sebagaimana kebiasaannya, beliau memberikan defenisi terhadap sejumlah istilah-istilah yang berkaitan dengan masalah fikih, seperti tayammum, al-ghusl (mandi), al-ihshaar dan sebagainya.
Tidak semua hadits yang terdapat dalam Shahih Al-Bukhari beliau syarah, hanya sebagian besar saja, sehingga beliau memberikan faedah yang amat banyak sebagaimana yang menjadi kebiasaannya.

Iklan

Al-Habib Muhammad Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam
Judul asli: Hadza Habiib  -Sholallahu Alaihi Wassalam- ya Muhib
Penulis: Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazairi
Fisik: buku ukuran sedang, hardcover, 876 hal.
Penerbit: Pustaka Ibnu Katsir
Harga: Rp 140.000,-
Pemesanan: 0817 250 686

Inilah buku yang berupaya menjelaskan siroh perjalanan hidup Rosullulloh Sholallahu Alaihi Wassalam, Buku ini merupakan salah satu karya terbaik seputar Sirah Nabawiyab. Penulisnya adalah seorang ulama kenamaan, yang biasa memberi ceramah dan wejangan di Masjid Nabawi Madinah. materi-materinya disusun secara sistimatis, bahasanya mudah dipahami dan pada akhir setiap pembahasan disebutkan kesimpulan dan pelajaran yang dapat diambil darinya. Judul asli buku ini adalah, “Hadza al-Habib Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- Ya Muhibb”, yang berarti, ‘Inilah Muhammad -Sholallahu Alaihi Wassalam- , sang kekasih tercinta, wahat orang yang mencintai(nya)’.
Seakan-akan penuli ingin memberi pesan kepada kita, bahwa inilah potret kehidupan Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam-  wahai orang yang mengklaim mencintanya.
Sudahkah anda mengikuti jalan orang yang anda klaim sangat anda cintai itu?
Ataukah anda malah menyelisihi jalannya?
Sehingga klaim anda hanya sekedar isapan jempol belaka?
Buku ini, sebagaimana yang disebutkan oleh penulisnya, sangat tepat untuk anda baca bersama anggota keluarga anda secara rutin, dan dapat anda jadikan sebagai media untuk mendidik keluarga,terutama anak-anak. Hal ini agar kecintaan kepada Nabi -Sholallahu Alaihi Wassalam- , dapat ditanamkan dalam jiwa mereka sedini mungkin, sehingga timbul rasa cinta, hormat, bangga dan kagum terhadap Nabi dalam diri mereka, yang berujung pada keinginan untuk selalu menjadikannya sebagai teladan dan panutan dalam hidupnya.
Sungguh sangat penting bagi kita di masa sekarang ini, untuk menanamkan nilal-nilai Sirah Nabawiyah pada diri anak-anak kita, sebelum media-media yang ada, dan kemajuan tekhnologi yang berkembang pesat saat mengambil alih fungsi tersebut, dengan menanamkan kisah-kisah dan nilai-nilai yang bersumber dari orang-orang kafir, atau orang-orang fasik, sehingga mereka menjadi jauh dan tuntunan agama mereka.

Bingkisan Untuk Kedua Mempelai
Judul asli: Risalah Ila kulli “Arusain, wa fatawa halula Az Zawaj wa Mu’asyaratain Nisaa’
Penulis: Abu Abdirrahman Sayyid bin Abdirrahman Ash Shubaihi
Taqdim: Syaikh Muhammad bin jamil Zainu
Fisik: buku ukuran sedang 15.5×23.5 cm, Softcover lux, 602 Hal
Penerbit: Maktabah Al Ghuroba’
Harga: Rp 67.500,-

Alloh Azza wa Jalla Berfirman:
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia  menciptakan untuk kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri, supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadamya, dan Dia menjadikan perasaan cinta dan kasih sayang diantara kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. [Ar-Ruum: 21].
“Dan Allah yang telah  menjadikan bagi kalian isteri-isteri dari jenis kalian sendiri dan menjadikan Bagi kalian dari isteri-isteri kalian anak-anak dan cucu-cucu, serta memberikan kepada kalian rezki yang baik. Apakah dengan kebatilan mereka beriman dan dengan nikmat Allah mereka kufur?”[An-Nahl: 72].
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  bersabda:
“Dijadikan kecintaan bagiku dari dunia kalian: wanita dan wewangian dan dijadikan kesejukan pandangan mataku dafam shalat”.[ An-Nasa’i (7/61) dan Ahmad (3/128).]
Hadits ini dishahihkan oleh Al-lmam Ibnul Qayyim -rahimahullah-
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  juga bersabda:
“Nikahlah  kalian dengan wanita-wanita yang penyayang lagi  subur (banyak anaknya), sebab aku akan membanggakan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain pada hari Kiamat”.[Dihasankan oleh Syaikh Al Albani -rahimahullah- dalam Adaab Az Zifaf hal 89 dan 132]
Beliau juga bersabda:
“Sesungguhinya dunia ini hanyalah perhiasan, dan tidak ada satupun dari perhiasan dunia ini yang lebih baik daripada wanita shalihah”.HR Muslim 1467 dan lainnya]
Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda:
“Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya dan dien-nya. Maka pilihlah  wanita yang  memiliki dien niscaya kamu akan beruntung [HR Bukhori 5090,  dan yang lainnya]
Ayat-ayat   dan   hadits-hadits   yang   telah   berlalu menunjukkan bahwa:
1. Diciptakannya seorang istri termasuk ayat Alloh Azza wa Jalla ang paling agung.
2. Sesungguhnya disyari’atkan nikah adalah untuk ketenangan, kecintaan dan kasih sayang serta busana, sebagaimana firman Allah
.”Mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian-pun adalah pakaian bagi mereka.” [Al-Baqarah: 187}. Tidak akan mungkin mampu masing-masing dari mereka untuk merasa cukup dari yang lainnya dan tidak pula masing-masing bisa hidup tanpa yang lainnya. Sebab mereka telah diciptakan dalam
keadaan memiliki tabiat seperti itu. Ini merupakan ketentuan Alloh Azza wa Jalla yang berlaku di muka bumi-Nya.
3. Kenikmatan Allah  yang telah Allah berikan kepada anak keturunan bani Adam berupa anak laki-laki dan keturunan. Misalnya firman Allah H:
“Harta  dan  anak-anak adalah perhiasan  kehidupan dunia.” [Al-Kahfi: 46].
Dan firman Alloh Azza wa Jalla
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan keyada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak”. [Ali Imraan: 14].
4. Kedudukan Nubuwah yang begitu tinggi dan mulia tidaklah menghalangi untuk dijadikan pada diri Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam  kecintaan terhadap wanita. Sungguh beliau telah didahului menikah oleh saudara-saudara beliau dari kalangan para nabi.
5. Nabi memerintahkan untuk mencari wanita yang diketahui kesuburannya (banyak keturunan) dan memiliki kasih sayang sehingga seorang suami akan hidup bahagia disebabkan kebaikan akhlak si istri dan banyak anak-anaknya.
6. Bahwa pernikahan dan memperbanyak keturunan merupakan dua perkara yang dituntut agar tercapai keinginan Rasulullah  untuk berbangga dengan jumlah umatnya di hadapan umat-umat yang lain pada hari Kiamat.
7. Sudah sepantasnya bagi kita ketika memilih calon istri untuk memilih wanita yang memiliki dien lagi shalihah
8. Kepada para wali handaknya mencarikan pasangan bagi putri-putrinya laki-laki yang shalih, memiliki dien, budi pekerti dan akhlak yang luhur.
9. Sebagian ulama salaf mengatakan: “Barangsiapa yang menikahkan anak putrinya dengan laki-laki yang fajir (bejat) maka dia telah memutuskan hubungan kekeluargaan dengannya”.
10. Seorang laki-laki berkata (meminta pertimbangan) kepada AI-Hasan: “Putriku telah dipinang oleh beberapa orang laki-laki, kepada laki-laki yang mana aku harus menikahkannya?
Beliau menjawab: “Kepada laki-laki yang bertaqwa kepada Allah, apabila dia mencintainya, dia akan memuliakannya dan apabila dia membencinya maka dia tidak akan mendzaliminya”.
Inilah sebuah risalah yang ditujukan  untuk kedua mempelai, kepada setiap pemuda dan pemudi. Risalah  terkandung di dalamnya ayat-ayat Alloh Azza wa Jalla  dan hadits-hadits Nabawiyah yang shahihah serta hukum-hukum syariyyah pilihan  yang   sudah   selayaknya diketahui oleh setiap muslim dan muslimah, dari masalah-masalah pernikahan serta hukum-hukum syariyyah yang berkenaan .dengannya,  dalam  menjelaskan  pendapat yang rajih (kuat) ketika terjadi perbedaan pendapat di antara para ulama dengan menyertakan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah Ash-Shahihah tanpa menyebutkan perdebatan   masalah   dan   perincian   kitab-kitab   fikih, dengan harapan tidak terlalu panjang lebar dan mudah dalam memahaminya.
Tujuan dari risalah ini adalah untuk memudahkan muraja’ah (menelaah) tentang fikih yang  berkaitan dengan pernikahan, dimana dengan pernikahan tersebut akan sernpurna bangunan sosial kemasyarakatan disamping juga pernikahan itu sendiri merupakan faktor penentu kebaikan dan kebobrokan suatu masyarakat.
Kemudian pada akhir risalah ini  ditambahkan pula  fatwa-fatwa khusus berkaitan dengan permasalahan laki-laki & perempuan, fatwa-fatwa pernikahan dan mu’asyarah (bergaul) dengan wanita (istri), oleh ulama-ulama yang mulia dari Saudi Arabia.

Sifat Sholat Nabi
Judul asli:
1. Shifat Sholat nabi: min AT takbiri Ila s Salami Ka-annaka taraka
Penulis: Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani -rahimahullah-
2. Tsalatsu Rasail fi ash Sholat
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bi Abdullah bin Baaz -rahimahullah-
3. Fatawa Muhimmah tata’ alaqu bi Ash Shalaah
Penulis: Syaikh ABdul Aziz bin Abdullah bin Baaz -rahimahullah-
Fisik: Buku ukuran sedang, Softcover.
Penerbit: Al Ghuroba
Harga: Rp 38.500,-

Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda,” Sesungguhnya hamba yang melakukan sholat yang diwajibkan padanya ada yang mendapatkan ganjaran pahala sepersepuluhnya, ada yang mendapatkan sepersembilannya, ada yang mendapatkan seperdelapannya, ada yang mendapatkan sepertujuhnya, ada yang mendapatkan seperenamnya, ada yang mendapatkan seperlimanya , ada yang mendapatkan seperempatnya, ada yang mendapatkan sepertiganya dan ada yang mendapatkan setengahnya.” [ HR Ibnul Mubarak, Abu Daud, An Nasai dengan sanad jayid, lihat Ash Shahihah : hadits no 761].
Banyak diantara musholin ( muslimin yang menegakkan sholat) yang tidak sempurna dalam emndapatkan pahala sholatnya, bahkan bisa jadi tidak mendapatkan apa-apa – naudzu billah min dzalik-
Jadi tidak semua sholat seorang muslim hingga ia meneladani sholat seperti sholat yang dicontohkan Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam . Sebagaimana sabda Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam ” Sholatlah kamu sebagaimana kalian melihat aku sholat” [HR Bukhari].
Telah banyak buku shifat sholat nabi edisi terjemahan yang beredar di masyarakat , namun buku ini memiliki kelebihan yakni merupakan gabunagn dari shifat sholat karya Syaikh Al Albani dan risalah sholat karya Syaikh Ibnu Baaz rahimakumulloh-, dengan cetakan lux.